Pemprov Sumsel dan ILO Berkolaborasi Mempercepat Terwujudnya Transisi Energi Berkeadilan

Jumat, 11 Agustus 2023 – 17:21 WIB
Forum Dialog Sosial Transisi Energi Berkeadilan yang berlangsung di The Alts Hotel Palembang pada 8-9 Agustus 2023. Foto: Dokumentasi Humas Pemprov Sumsel

jpnn.com, PALEMBANG - Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Pemprov Sumsel) melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) berkolaborasi dengan Organisasi Perburuhan Internasional (ILO) Country Office for Indonesia & Timor Leste menyelenggarakan Forum Dialog Sosial Transisi Energi Berkeadilan.

Kegiatan tersebut berlangsung di The Alts Hotel Palembang pada 8-9 Agustus 2023.

BACA JUGA: Herman Deru Dampingi Dubes Australia dan Menteri PUPR, Tinjau Lokasi IPAL Sei Selayur

Kegiatan yang dibuka Sekda Sumsel yang saat ini merangkap sebagai Plh Kepala Disnakaer Suman Asra Supriono ini diprakarsai ILO yang merupakan bagian dari konsorsium proyek Global Innovation Regional for a Just Energy Transtition (IKI-JET).

Rangkaian kegiatannya adalah dialog sosial bagi konstituen yang berkaitan dengan sektor pertambangan batu bara.

BACA JUGA: Sebulan Jelang Popnas 2023, Sekda Sumsel Buka Chef de Mission Meeting, Simak Pesannya

Sekda Supriyono mengatakan Pemprov Sumsel sangat mendukung implementasi dari komitmen Net Zero Emission 2060 di wilayah Bumi Sriwijaya.

Menurutnya, untuk merencanakan dan mempersiapkan transisi menuju sumber energi bebas karbon di masa mendatang dibutuhkan upaya yang komprehensif dan terpadu.

Selain itu, bahu membahu antarpemangku kepentingan, termasuk pembuat kebijakan, pengusaha, pekerja, dan masyarakat dalam suatu sistem transisi energi berkeadilan.

"Melalui kegiatan hari ini diharapkan dapat menginisiasi terbentuknya Forum Konsultasi Daerah yang menjadi wadah berkumpulnya stakeholder untuk berdiskusi dan memberikan rekomendasi guna terwujudnya transisi energi berkeadilan dalam rangka transformasi ekonomi daerah," ujar Sekda Supriono.

Sementara itu, National Project Officer ILO Indonesia Muce Mochtar menambahkan tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan kapasitas mitra proyek yang mencakup konstituen ILO dan pemangku kepentingan lainnya agar dapat mempromosikan kerja layak melalui dialog sosial, terutama pada sektor batu bara.

"Forum ini mengedepankan mekanisme tripartit di tingkat provinsi serta menjajaki kemungkinan untuk mengikutsertakan pemangku kepentingan lainnya yang terlibat dengan transisi energi berkeadilan dan atau melihat kemungkinan pembentukan forum dialog transisi energi berkeadilan yang baru," jelas Muce.

Terpisah, Kepala Bidang Pelatihan dan Produktivitas Disnakertrans Sumsel Dedi Januarsyah menyampaikan hasil riset International Renewable Energy Agency (IRENA) secara global terdapat 12 juta realisasi pekerjaan Energi Baru Terbarukan (EBT) di 2020, dan akan muncul 43 juta pekerjaan EBT di 2050.

Hal ini, kata Dedi Januarsyah, menunjukkan bahwa ke depan sangat terbuka lebar lapangan kerja berbasis green jobs di sektor EBT.

Karena itu, peluang profesi green jobs ini diharapkan dapat menjadi solusi mempercepat perwujudan transisi energi berkeadilan di sektor pertambangan batu bara.

"Saya berharap forum ini dapat memberikan saran dan masukan dalam rangka mengidentifikasi profesi green jobs seperti apa yang perlu dipersiapkan dan dikembangkan di wilayah pertambangan batu bara," Dedi Januarsyah.

Apalagi Disnakertrans melalui Balai Latihan Kerja (BLK) akan berperan dalam memberikan pelatihan vokasi green jobs kepada kaum milenial Sumsel yang berada di sekitar wilayah operasi tambang batu bara.

Forum Dialog Sosial Transisi Energi Berkeadilan ini selain dihadiri oleh unsur Pemprov Sumsel, juga ada perwakilan dari perguruan tinggi, asosiasi pengusaha, serikat pekerja atau buruh, non-governmental orginisation (NGO) atau lembaga swadaya masyarakat, dan media massa. (mrk/jpnn)


Redaktur : Sutresno Wahyudi
Reporter : Sutresno Wahyudi, Sutresno Wahyudi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler