Penanganan Obesitas dengan Menelan Kapsul Balon Tanpa Operasi, Pertama di Indonesia

Jumat, 07 Juli 2023 – 17:49 WIB
Dari kiri ke kanan: dr Irina Kurniadi, dr Ivan Wong, dr Nathania (Clinical Manager), Kate Blake (Medical Spesialis ANZ, dr Wong Founder Jakarta Slimming Center by Klinik Permata Dr Wong. Foto: dok. pribadi

jpnn.com, JAKARTA - Penyakit metabolik seperti obesitas, diabetes melitus (sakit gula), tekanan darah tinggi, dislipidemia (gangguan kolesterol darah), dan komplikasinya yang mematikan kini telah mengintai masyarakat Indonesia.

Menurut data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Kementerian Kesehatan tahun 2018, dua dari sepuluh orang dewasa di Indonesia dan tiga dari 10 dewasa di DKI Jakarta mengalami obesitas.

BACA JUGA: Fajri, Pria Obesitas 300 Kilogram Meninggal Dunia

Tidak jarang obesitas ini menimbulkan komplikasi penyakit yang mematikan seperti stroke dan penyakit jantung.

Dipl.Derm founder Jakarta Slimming Center by Klinik Permata Wong Dr. Wong menyatakan bahwa sebagai bentuk dari komitmen menurunkan kasus obesitas di Indonesia, Jakarta Slimming Center by Klinik Permata Wong menghadirkan teknologi terkini, yaitu Program Allurion.

BACA JUGA: Penderita Obesitas Wajib Mewaspadai Gangguan Binge Eating Disorder

Allurion berasal dari Amerika Serikat ini telah berada di 90 negara dan kini menjadi salah satu pilihan terapi obesitas untuk masyarakat Indonesia.

"Pelaksanaan Program Allurion yang pertama di Indonesia telah dijalankan di Jakarta Slimming Center by Klinik Permata Wong pada Rabu, 21 Juni 2023 dan klinik ini menjadi yang pertama di Indonesia yang mengaplikasikannya pada pasien," kata dia.

BACA JUGA: Berkomunikasi ke PDIP, PKB Tidak Mau jadi Korban PHP Gerindra-Prabowo

Clinical manager Jakarta Slimming Center Dr. Nathania S. Sutisna menyatakan bahwa balon lambung atau intragastric balloon merupakan salah satu metode penurunan berat badan yang telah terbuktisecara medis.

"Pilihan terapi ini dapat dipertimbangkan untuk pasien dengan Indeks Massa Tubuh (IMT) diatas 27 kg/m2 atau dengan kondisi medis lain. Prinsip dari balon lambung yang berbahan dasar Polyurethane ini adalah dengan membuat perut terasa kenyang karena sebagian ruang pencernaan di lambung terisi dengan balon," katanya.

Program Allurion di Jakarta Slimming Center by Klinik Permata Wong terbagi menjadi 2 sub-program, yaitu pemasangan balon lambung dan pendampingan perubahan gaya hidup selama minimal 6 bulan yang didampingi oleh dokter spesialis gizi klinik. Program Allurion ini sendiri telah dijalankan lebih dari 100,000 orang di dunia.

Berdasarkan data AllurionTechnology, penurunan berat badan yang tercapai berkisar antara rata-rata 10% - 15% dari berat awal, bahkan dapat lebih, bergantung dari kondisi pasien masing-masing.

Proses masuknya kapsul hingga menjadi balon yang berisi cairan 550 ml di lambung berlangsung sekitar 15 sampai 20 menit. Jakarta Slimming Center melakukan pengaplikasikan pada lima pasien dan berjalan dengan lancar pada tanggal 21 Juni 2023 silam.

"Sebagai tindakan pertama di Indonesia, hadir pula supervisor Allurion Technology dari Australia dan Hong Kong, yakni Kate Blake dan Wallace Ngai," kata dr. Nathania.

Pasien pertama di Indonesia, Ariendita Swestiana, yang memiliki hobi makan ini telah mencoba berbagai cara diet selama 10 tahun.

Menurutnya, program ini memberikan efek yang signifikan karena pemasangan balon lambung sangat memudahkan dirinya untuk merubah pola diet dan pola hidupnya.

Selain itu, segala progress termonitoring dengan detail melalui timbangan Allurion dan smartwatch Allurion yang terhubung dengan Allurion Apps sehingga dokter dapat memantau dan mengingatkan untuk tetap menjaga asupan gizi dan aktivitas fisik secara berkala.

Lima pasien pertama Program Allurion di Indonesia di klinik ini menjadi sangat unik kerena memilki latar belakang medis yang beragam, antara lain diabetes melitus (sakit gula), obesitas setelah kehamilan, sakit lutut yang diperparah dengan obesitas dan tekanan darah tinggi.

Pasien dengan diabetes dan darah tinggi juga dirawat bersama dengan dokter spesialis penyakit dalam agar mendapatkan penanganan yang holistik.

Dokter spesialis radiologi dan team Allurion di Jakarta Slimming Center dr Irina Kurniadi menambahkan bahwa klinik juga menghadirkan Imaging Center yang juga menjadi bagian yang penting dari program Allurion.

Proses imaging akan memastikan keamanan dari pemasangan balon, dan membantu dokter dalam memastikan posisi kapsul yang telah ditelan berada pada posisi yang benar di lambung dan dapat dilanjutkan dengan proses pengisian cairan khusus sebanyak 550 ml melalui selang tipis.

Setelah pengisian selesai dan sebelum selang tipis ini dicabut, proses imaging dilakukan ulang untuk memastikan bahwa balon yang telah berada di posisi yang tepat.

Balon akan berada di dalam lambung selama kurang lebih 16 minggu (4 bulan). Selama ini, pasien akan dibiasakan menjalani pola hidup sehat seperti makanan dengan komposisi protein-karbohidrat-lemak yang baik dan olahraga sesuai dengan kemampuan tubuhnya masing-masing.

Kebiasaan ini akan mempertahankan penurunan berat badan dan mencegah fenomena yoyo. Data dari Allurion Technology menunjukkan lebih dari 95% pasien Program Allurion dapat mempertahankan berat badannya selama satu tahun dan masih berlanjut. (jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Aktor Pierre Gruno Mengamuk di Bar, Seorang Pengunjung Babak Belur, Polisi Turun Tangan


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler