Penangkapan Baasyir Diduga Order AS

Senin, 09 Agustus 2010 – 17:44 WIB
JAKARTA - Anggota Komisi III DPR dari Fraksi PKS, Nasir Djamil menyesalkan penangkapan terhadap Amir Mujahidin Indonesia, Abu Bakar Baasyir oleh pihak kepolisian"Saya menyesalkan penangkapan itu karena diduga sarat dengan agenda Amerika Serikat (AS) yang akhir-akhir ini mengondisikan agar polisi berhadapan dengan rakyat," kata Nasir Djamil di DPR, Senayan Jakarta Senin (9/8).

Menurut Nasir, leluasanya pihak AS dalam melancarkan berbagai skenarionya terhadap Indonesia dalam penanganan pihak-pihak yang diduga terkait dengan aksi teroris antara lain disebabkan karena bangsa ini memang belum memiliki agenda yang jelas untuk memberantas teroris.

Terutama soal persepsi atau pandangan tentang terorisme

BACA JUGA: Anak Baasyir: Penangkapan Hanya Rekayasa

Menurut Nasir apa yang dimaksud oleh Amerika tentang teroris tidak sama dengan pandangan bangsa ini
"AS cenderung memberi cap bahwa masyarakat muslim yang taat menjalankan agama Islam dianggap sebagai teroris, sementara bangsa ini justru mencap AS dan anteknya yang banyak meneror dunia."

Disebutkan, bagi masyarakat Indonesia, apa yang dilakukan AS terhadap Irak itu terorisme

BACA JUGA: Australia Langsung Tepuk Tangan

Namun, buat mereka itu adalah langkah bela negara meskipun ketahuan juga bahwa data yang mereka miliki adalah rekayasa semata dalam melakukan serangan
"Sementara Baasyir buat pengikutnya paling tidak adalah sosok guru yang harus dihormati, buat warga AS mungkin teroris," jelasnya.

Terkait dengan tindakan penangkapan Densus 88, Anggota DPR dari Fraksi PPP, Ahmad Dimyati Natakusumah mendesak Polisi harus sesegera mungkin menjelaskan alasan penangkapan Pemimpin Amir Jamaah Anshorut Tauhid (JAT) Abu Bakar Baasyir

BACA JUGA: Baasyir Dituding Otak Terorisme Indonesia

"Penangkapan tanpa prosedur adalah abuse of powerHarus ada alat bukti yang sah dan kuat untuk suatu penangkapanApa alasan menangkap dan apa yang dilakukan Abu Bakar Baasyir, harus dijelaskan," tegasnya.

Selama ini masyarakat muslim Indonesia menilai Baasyir tak berbahayaIa bahkan dianggap sangat kritis terhadap perkembangan agama Islam"Beliau memang garis keras, tapi bukan berarti terorisKerasnya beliau adalah demi keyakinannya," imbuhnya.

Sementara Anggota Komisi III DPR dari Fraksi Kebangkitan Bangsa Otong Abdurrahman yakin kalau pihak kepolisian telah punya alasan hukum menangkap Abu Bakar Ba`asyir"Walau demikian polisi harus tetap berhati-hati karena Abu Bakar Baasyir pimpinan pesantren, ini terkait umat Islam."

Untuk itu Otong mengingatkan semua pihak mengendalikan diri dan asas praduga tak bersalah harus dijujung tinggi dalam penanganan Pendiri dan Pengasuh Pondok Pesantren Al-Mukmin, Nguruki, Surakarta, Jawa Tengah, itu"Kalau punya bukti kuat hukum harus ditegakkan," tandasnya.(fas/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Ismeth Kecewa dengan Perilaku Anak Buah


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler