Penderita Osteoartritis tak Harus Dibedah

Sabtu, 26 Agustus 2017 – 20:08 WIB
Para Lansia menjadi peserta seminar kesehatan tentang Osteoartritis di Jakarta, Sabtu (26/8). Foto: Mesya/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Banyak penderita Osteoartritis enggan mengobati penyakitnya lantaran takut operasi. Penyakit yang berkaitan dengan kerusakan tulang rawan sendi ini bila sudah akut memang harus dioperasi.

Menurut dr M Sada Baskara SpOT, tindakan operasi bisa dicegah bila pasien mengubah gaya hidupnya. Walaupun Osteoartritis sifatnya degenaratif, tapi kerusakan tulang rawannya bisa dihambat dengan menjalani gaya hidup sehat.

BACA JUGA: 27 Persen Lansia di Indonesia Terkena Osteoartritis

"Minum jus sirsak tiap pagi sangat baik untuk penderita Osteoartritis. Selain itu konsumsi larutan penyegar juga baik bagi penderita. Jangan mengonsumsi kopi dan makanan yang gurih atau asin karena bisa membuat sendi lembab dan akhirnya nyeri,” tutur spesialis Ortopeadi di RS Siloam TB Simatupang dalam seminar kesehatan tentang Osteoartritis di Jakarta, Sabtu (26/8).

BACA JUGA: Mari Bantu Nenek Samilah, Lansia Sebatang Kara di Gubuk Reot

Dokter M Sada Baskara SpOT (kiri) dan dr Dwi Purnomo Setyo Budi SpOT (kanan)

Selain itu, penderita Osteoartritis disarankan berolahraga rutin. Olahraga yang disarankan adalah renang, jalan kaki untuk jarak dekat, bersepeda. Ketika duduk, pasien disarankan duduk sambil menggerak-gerakkan kakinya.

BACA JUGA: 90 Persen Calon Jemaah Haji yang Berangkat Sudah Lansia

"Semakin sering digerakkan, sendi akan mendapatkan nutrisi. Kalau besok paginya nyeri itu karena sendi tidak mendapatkan nutrisi yang cukup," ujarnya.

Dokter Sada menambahkan, bila penderita Osteoartritis melakukan gaya hidup sehat itu, tidak perlu lagi minum obat dan fisioterapi, bahkan operasi.

Mengenai konsumsi daging sapi, ayam, dan kambing, Dokter Sada tidak ada pantangan. Asal dimakan dagingnya tanpa kulit maupun jeroan. Sedangkan untuk mengurangi nyeri, penderita disarankan untuk mengonpres air dingin.

"Es batu dibungkus plastik dan kemudian dilapisi kain setelah itu dikonpres, minum obat anti nyeri kemudian fisioterapi," tandasnya.(esy/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Kaitan Rasa Sakit Kronis dengan Penurunan Ingatan Lansia


Redaktur & Reporter : Mesya Mohamad

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler