Penerima Nobel Desak Rusia Bebaskan Aktivis Greenpeace

Jumat, 18 Oktober 2013 – 22:00 WIB

jpnn.com - MOSKOW - Penahanan 30 aktivis Greenpeace oleh Rusia mengundang keprihatinan sebelas peraih Nobel Perdamaian. Kamis (17/10) para nobelis itu mendesak Presiden Vladimir Putin mencabut dakwaan berat tentang pembajakan terhadap para aktivis yang tiba di Rusia dengan kapal berbendera Belanda tersebut.

Melalui surat resmi, para pemenang Nobel Perdamaian itu meminta Putin memikirkan kembali aksinya yang memantik kritik dari dalam dan luar negeri tersebut. "Kami menulis surat ini supaya Anda bersedia membatalkan dakwaan pembajakan terhadap 28 aktivis Greenpeace beserta seorang fotografer freelance dan seorang videografer freelance yang ikut dalam rombongan," tulis mereka.

BACA JUGA: Pesawat Laos Jatuh ke Sungai Mekong

Sebelas nobelis itu berharap Putin bisa menyelaraskan aksinya dengan hukum Rusia dan hukum internasional. "Kami yakin Anda pun memiliki pedoman yang sama dengan kami mengenai aksi protes damai. Bahwa kita harus menghargai aspirasi yang disampaikan secara baik-baik," papar tokoh-tokoh dunia tersebut dalam dokumen resmi yang disebarluaskan Greenpeace itu.

Uskup Afrika Selatan Desmond Tutu dan mantan Presiden Timor Leste Jose Ramos Horta termasuk dalam rombongan sebelas penerima Nobel Perdamaian yang mengkritik Putin. Menurut mereka, dakwaan pembajakan terhadap para aktivis itu terlalu berat. Apalagi ancaman hukuman pembajakan di Rusia yang bisa mencapai maksimal 15 tahun penjara.

BACA JUGA: Hindarkan Dunia Maya dari Ajang Pertarungan Antar-Negara

Bulan lalu 28 aktivis dan dua peliput freelance itu tiba di Rusia. Mereka memprotes pengeboran minyak di kawasan Arktik yang membahayakan lingkungan hidup. Saat ini para aktivis yang berasal dari 18 negara tersebut berstatus tahanan. Sampai akhir November nanti mereka menjadi tahanan tanpa pengadilan di Rusia.

Kemarin Tutu dan sepuluh pemenang Nobel Perdamaian yang lain kembali menegaskan bahaya yang akan muncul jika pengeboran minyak di Arktik itu berlanjut. "Aktivitas tersebut bakal memicu terjadinya bencana yang luar biasa bagi masyarakat dan lingkungan sekitar," tandas mereka. Menurut para nobelis itu, wajar para aktivis Greenpeace memprotes pengeboran minyak di wilayah Rusia tersebut. (AFP/AP/hep/c9/dos)

BACA JUGA: Kanguru Check In di Bandara

 

BACA ARTIKEL LAINNYA... Korsel Punya Polisi Gangnam Style


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler