Penerimaan Siswa Baru, Sekolah Tetap Tarik Biaya

Jumat, 06 Juli 2012 – 13:33 WIB

TIMIKA - Musim penerimaan siswa baru tahun pelajaran 2012-2013 sedang berjalan. Beberapa sekolah yang ada di Kabupaten Mimika tetap menarik biaya kepada orang tua siswa. Sebagian orang tua siswa merasa berat, terlebih bagi yang tidak memiliki pekerjaan tetap.

Adanya penarikan biaya pendaftaran siswa baru seperti terjadi di SMK N 1 Mimika di Kuala Kencana, juga di SMK Petra Timika di Timika.

Berdasarkan pantauan Radar Timika (JPNN Group) di SMK N I, calon siswa baru membayar uang formulir pendaftaran sebesar Rp 150 ribu. Bagi calon siswa baru yang dinyatakan lulus kelengkapan administrasi, harus membayar Rp 2,5 juta untuk kebutuhan siswa mulai pakaian seragam, baju batik, baju olahraga dan perlengkapan lainnya. Pihak sekolah melalui panitia penerimaan siswa baru, juga memberikan biaya untuk pembukaan rekening bagi siswa SMK N 1.

Ketua Panitia Penerimaan Siswa Baru SMK N 1 Mimika, Peter Hattu saat dikonfirmasi Radar Timika beberapa waktu lalu, menjelaskan sejumlah biaya yang dikenakan terhadap orang tua siswa merupakan hasil rapat dan kesepakatan antara Dewan Guru dan Komite Sekolah. Selain biaya masuk sekolah, Peter mengatakan, setiap siswa baru yang akan menjadi bagian SMK N 1 Mimika, juga diberikan biaya untuk pembukaan buku rekening Bank.

Hal ini, kata Peter, dimaksudkan agar siswa SMK N 1 sudah memiliki buku rekening tabungan Bank. Buku rekening ini dapat digunakan sewaktu-waktu, apabila ada pihak ataupun instansi terkait yang akan memberikan bantuan beasiswa bagi siswa yang berprestasi.

Lain halnya di SMK Petra Timika. Sekolah yang bernaung dibawah Yayasan Anu Beta Tubat (YABT) Timika itu menarik biaya dari orang tua siswa sebesar Rp 850 ribu. Kepala Sekolah SMK Petra, Fredrik Yembise menjelaskan penarikan biaya tersebut hanya untuk membantu pihak sekolah membangun enam ruang kelas baru. Sedangkan untuk baju seragam, baju batik, baju olahraga, sepatu dan lainnya, akan diarahkan untuk langsung disediakan orang tua masing-masing. ”Memang itu adalah kebijakan kami untuk tidak membebankan orang tua,” kata Fredrik Yembise.

Dikatakan Yembise, walaupun SMK Petra adalah sekolah swasta yang bernaung dibawah yayasan, namun pihaknya bersama pengurus yayasan akan mencoba berkomitmen melaksanakan apa yang telah diprogramkan oleh Pemda, yaitu pendidikan yang tidak memberatkan orang tua.

Pakaian seragam, kata Yembise, dapat dilengkapi orang tua siswa sendiri. Yang paling penting menurutnya adalah semua siswa dapat menikmati pendidikan dengan layak. Untuk itu, pihaknya mengharapkan Pemda dapat selalu memberikan bantuan yang memadai untuk sekolah-sekolah yang ada. (tri)
BACA ARTIKEL LAINNYA... 24 Siswa RI Siap Laga di Olimpiade Sains Internasional


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler