Pengakuan Prada MI Membangkitkan Jiwa Korsa, Ratusan Tentara Mengamuk di Ciracas

Minggu, 30 Agustus 2020 – 06:55 WIB
Bus operasional polisi dirusak oleh sekelompok orang tidak dikenal dalam aksi penyerangan Mapolsek Ciracas di Jalan Raya Bogor, Jakarta Timur, Sabtu (29/8). Foto: ANTARA/Andi Firdaus

jpnn.com, JAKARTA - Sekitar 100 oknum prajurit TNI menyerang Polsek Ciracas, Jakarta Tiimur pada Sabtu (29/8) dini hari, dipicu kalimat provokasi dari Prada MI.

Prada MI mengirim kabar bohong ke rekan-rekannya bahwa dia dikeroyok.
Padahal, berdasar rekaman CCTV, terungkap fakta bahwa Prada MI terluka karena mengalami kecelakaan tunggal.

BACA JUGA: Rekaman CCTV Ungkap Fakta Kejadian sebelum Polsek Ciracas Diserang Tentara

Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman memastikan pelaku perusakan Mapolsek Ciracas dan sejumlah fasilitas publik di Jakarta Timur ditindak tegas sesuai hukum yang berlaku di TNI.

Sementara, Kapolda Metro Jaya Irjen Polisi Nana Sudjana mengungkapkan perusakan Markas Polsek Ciracas dan sejumlah fasilitas umum di Jakarta Timur terjadi saat sekelompok pelaku berusaha mencari penganiaya anggota TNI, Prada MI.

BACA JUGA: Kalimat Prada MI Membakar Emosi Ratusan Tentara, Menyerang Polsek Ciracas

"Mereka berupaya cari pelaku yang mengeroyok Prada MI," katanya dalam jumpa pers di Balai Wartawan Puspen Mabes TNI Cilangkap, Sabtu malam.

Sejak awal kejadian, kata Nana, tim dari Polda Metro Jaya dan Polrestro Jakarya Timur langsung berkoordinasi dengan Pangdam Jaya serta mendatangi TKP untuk mengecek kerusakan yang terjadi.

BACA JUGA: Menurut Tjahjo Kumolo, Ada Menteri Tak Patuh Perintah Presiden

"Kalau Polsek Ciracas selama ini dibilang dibakar, yang dibakar itu hanya kendaaraan dan kaca hanya pecah," katanya.

Polisi pun berinisiatif membentuk tim terpadu dalam rangka menyelidiki kasus yang terjadi mulai dari perusakan Mapolsek Ciracas, minimarket Alfamart hingga penganiayaan terhadap masyarakat sipil di beberapa lokasi.

Upaya penyelidikan oleh tim terpadu dilakukan dengan mengecek CCTV dan hasilnya diserahkan kepada Polisi Militer Kodam Jayakarta untuk keperluan penyidikan.

Nana juga memastikan peristiwa tersebut tidak ada kaitan dengan peristiwa serupa pada 11 Desember 2018.

"Saya rasa tidak ada kaitannya. Ini berdiri sendiri bahwa korban kecelakaan tunggal ini disampaikan kepada rekannya bahwa dia dikeroyok sehingga timbul jiwa korsa mencari pelaku," katanya.

Jiwa korsa yang berlebihan yang dialami Prada MI serta koleganya, kata Kapolda, menimbulkan pikiran yang bermacam-macam sehingga apapun dilakukan.

"Apa yang ada dan bisa dilakukan, terjadilah aksi penganiayaan, perusakan dan pembakaran. Tidak ada kaitan dengan kasus lama. Mereka berupaya cari pelaku yang mengeroyok MI," katanya.

Meski sempat terkejut menerima kabar perusakan Mapolsek Ciracas, kata Nana, jajaran Polri tetap komitmen menjaga sinergi dan meningkatkan koordinasi dengan TNI.

"Kami dikagetkan dengan kejadian itu. Tapi untuk ke depan kita (Polri, red) akan evaluasi dan tingkatkan koordinasi setiap kegiatan kita (Polri, red) tingkatkan antara TNI dan Polri," katanya. (antara/jpnn)


Redaktur & Reporter : Soetomo

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler