Pengalaman Bakal Menentukan

Rabu, 09 Mei 2012 – 06:17 WIB

BUCHAREST - Real Madrid dan Barcelona adalah dua klub terbaik di Spanyol saat ini, bahkan boleh dibilang di dunia. Tapi, bukan dua kontestan el clasico itu yang mengharumkan nama Negeri Matador di ajang antarklub Eropa musim ini, melainkan Atletico Madrid dan Athletic Bilbao.
 
Kedua klub seakan membayar kegagalan Real dan Barca -sebutan Barcelona- di semifinal Liga Champions dengan menciptakan derby Spanyol di final Europa League. Siapa yang terbaik antara Atletico dan Bilbao akan ditentukan di Arena Nationala, Bucharest, dini hari nanti (siaran langsung RCTI pukul 01.45 WIB).
 
Berkaca final sesama klub Spanyol lima tahun lalu (masih di era Piala UEFA) kala Sevilla bersua Espanyol, pertandingan bisa berlangsung ketat sampai akhir. Kala itu, juara harus ditentukan lewat adu penalti dengan kemenangan menjadi milik Sevilla.
 
Entrenador Atletico Diego Simeone menilai apabila kedua finalis memiliki peluang yang sama di final. Simeone juga menilai kemenangan 2-1 atas Bilbao di Liga Primera dua bulan lalu (21/3) tidak bisa dijadikan parameter. Kala itu, Bilbao tidak bisa menurunkan bomber andalannya, Fernando Llorente.
 
"Berhadapan dengan sesama klub Spanyol berarti kedua pihak sudah saling mengenal kelebihan dan kelemahan masing-masing," kata Simeone di situs resmi UEFA.
 
"Athletic Bilbao adalah tim yang bermain dengan intensitas tinggi di setiap pertandingan, apalagi di sebuah final ajang level Eropa," sambungnya.
 
Meski begitu, pelatih yang menangani Atletico pertengahan Desember tahun lalu itu optimistis dengan kapabilitas timnya meraih juara. "Atletico adalah tim turnamen dan memiliki tradisi di Eropa. Juara selalu menjadi sesuatu yang indah," tutur pelatih yang sudah mengoleksi dua titel di liga Argentina itu.
 
Hal senada diungkapkan Gabriel "Gabi" Fernandez, gelandang Atletico yang belakangan dipercaya sebagai kapten tim. Gabi pun menepis tudingan apabila konsentrasi timnya terbelah untuk laga pemungkas Liga Primera di kandang Villarreal (13/5).
 
Laga yang menentukan apakah Atletico bisa finis empat besar alias masuk zona Liga Champions. Atletico saat ini hanya terpaut dua angka dengan peringkat keempat Malaga. "Final Europa League adalah sejarah dan Anda tidak selalu memiliki kesempatan mencatat sejarah," tutur Gabi di situs resmi klub.
 
Sejarah pula yang ingin diukir bomber Bilbao Fernando Llorente. Selama delapan tahun terakhir karirnya bersama Bilbao, capaian terbaik Llorente hanya runner-up Copa del Rey 2009 dan Piala Super Spanyol di tahun yang sama. "Saya tidak ingin kembali mengalami kekecewaan di final ketiga," tutur striker berjuluk The Lion King tersebut kepada Marca.
 
Final dini hari nanti sekaligus menjadi adu ketajaman antara Llorente dan bomber Atletico Falcao. Sekalipun telah menjaringkan 29 gol dari 45 laga sepanjang musim ini, catatan Llorente masih kalah dengan Falcao yang menjaringkan empat gol lebih banyak dari 46 laga.
 
Falcao juga berpeluang mengulang cerita indah musim lalu. Yakni, mengantarkan FC Porto sebagai juara dengan mencetak gol semata wayang kemenangan atas sesama klub Portugal, Sporting Braga. Falcao juga finis sebagai top scorer dengan rekor 17 gol.
 
Untuk musim ini, Falcao memuncaki daftar pemain tersubur dengan koleksi sepuluh gol. Hanya, striker internasional Kolombia tersebut tidak sendirian. Dia ditemani striker Schalke 04 Klaas-Jan Huntelaar. "Saya kira pengalamannya musim lalu akan sangat menentukan dalam final nanti," kata Gabi tentang Falcao. (dns)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Celtics Dijagokan ke Final


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler