jpnn.com - JAKARTA – Peristiwa peledakan bom dan penyerangan bersenjata api di kawasan Sarinah, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (14/1), persis sama dengan pola penyerangan yang dilakukan ISIS di banyak negara di Timur Tengah.
“Pola serangannya cukup jelas, yakni menyerang dan selesai,” kata pengamat teroris, Nasir Abbas, di Jakarta, Kamis (14/1).
BACA JUGA: Duar! Terdengar Lagi Ledakan di Seberang Starbucks
Menurut mantan Ketua Mantiqi III Jamaah Islamiyah (JI) ini, dari sisi jumlah korban sebetulnya untuk ukuran ISIS ini adalah serangan gagal.
“Kasus Sarinah tidak berhasil karena ada kesalahan teknis. Kalau skenarionya berjalan penuh, korbannya pasti lebih banyak karena pelaku bom bunuh dirinya sampai lima orang. ISIS pasti menyebut ini proyek gagal,” kata Nasir.
BACA JUGA: Prasetyo Dianggap Mempermalukan Korps Adhyaksa
Amunisinya, kata Nasir cukup besar karena masing-masing sudah disiapkan bahan peledak dan senjata api.
“Untung saja mereka tiba-tiba panik dan sasaran yang dituju ke banyak orang sampai lupa. Makanya aksinya lebih banyak langsung meledakan bom yang ada di tas mereka masing-masing untuk menghindar mati dari tangan polisi,” katana.(fas/jpnn)
BACA JUGA: Seperti Ini Kondisi Korban Teror Sarinah yang Dirawat di RSPAD
BACA ARTIKEL LAINNYA... Abu Wildan: Ledakan Bom Sarinah Menggertak Pemerintah
Redaktur : Tim Redaksi