jpnn.com - JAKARTA - Pengamat Kebijakan Energi, Sofyano Zakaria menilai Pertamina seharusnya memberi kesempatan pada Badan Usaha Nasional yang berbentuk PT untuk dapat berkembang menjadi perusahaan internasional trading minyak mentah dan BBM, terutama mengingat Indonesia salah satu negara pengimpor minyak terbesar di kawasan Asia Pasific.
"Selama ini perusahaan nasional yang bergerak dalam perdagangan minyak dan gas nyaris jadi penonton, karena pengadaan dan penjualan minyak mentah dan produk kilang nyaris semuanya jatuh ke tangan pengusaha non nasional," ujar Sofyano, Sabtu (17/1).
BACA JUGA: Marwan Harapkan Kemenkeu Prioritaskan Pembangunan Desa
Selain perusahaan asing, perusahaan dalam negeri yang mengadakan penjualan minyak mentah dan produk kilang untuk pemenuhan kebutuhan nasional, selama ini juga hanya ditangani ISC dan Petral.
Karena itu pemerintah lewat Pertamina, kata Sofyano, perlu meniru negara-negara seperti Jepang dan Korea yang memberi kesempatan pada perusahaan dalam negerinya berkembang menjadi perusahaan internasional.
BACA JUGA: Dana Desa Dicairkan, Swasembada Pangan Lebih Cepat Terwujud
Seperti Mitsubishi, Mitsui, Sumitomo, Itochu, Marubeni, Sojitz, Kanematsu, Toyota Itshu, selalu mendapatkan prioritas untuk melakukan pengadaan ataupun penjualan untuk minyak mentah dan produk kilang asal jepang.
Hal yang sama juga berlaku di Korea. Perusahaan seperti SK, Hanwha, Samsung, Hyundai, GS-Global, Daewoo Internasional, juga mendapatkan dukungan dari Pemerintah Korea.
BACA JUGA: Stabilkan Harga Kebutuhan Pokok, Operasi Pasar Jadi Jalan Keluar
"Dengan mengikutkan perusahaan Indonesia berbentuk PT dalam tender pengadaan minyak, akan lebih menguntungkan ketimbang melibatkan perusahaan asing yang sulit menjamahnya dengan pengawasan dan hukum yang berlaku di negeri ini," katanya. (gir/jpnn)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Cabai-Cabai Banyuwangi Mengisi Pasar Nasional Saat Paceklik
Redaktur : Tim Redaksi