Pengamat Sebut Jokowi-JK Beda Sikap soal Unas

Sabtu, 25 Oktober 2014 – 07:47 WIB

jpnn.com - JAKARTA - Presiden Joko Widodo sudah berancang-ancang menata ulang kurikulum pendidikan nasional. Ancang-ancang ini tertuang jelas dalam nawa cita yang dia tetapkan.

Pengamat pendidikan Abduhzen mengatakan, Jokowi pernah berucap jika 60 persen pembelajaran di SD fokus untuk pendidikan karakter dan budi pekerti. Sisanya sebesar 40 persen untuk pembelajaran soal pengetahuan.

BACA JUGA: LKS untuk Buktikan Kompetensi SMK

"Kalau Pak Jokowi konsisten dengan yang diucapkan, jelas ada revisi kurikulum," jelas dia.
 
Sebab dalam Kurikulum 2013 ini sangat berbeda dengan semangat perubahan kurikulum versi Jokowi.

Meskipun pembuat Kurikulum 2013 selalu mengklaim mengutamanakan pendidikan karakter, porsinya masih rendah. "Pokoknya tidak bisa Kurikulum 2013 dicocok-cocokkan dengan kurikulum baru idaman Presiden Jokowi," ujarnya.

BACA JUGA: 1.951 Guru Madrasah Dapat Beasiswa

Abduhzen mengakui, dalam beberapa kesempatan Presiden Jokowi dan timnya berniat menghapus unas. Dasarnya adalah unas dianggap sebagai penyeragaman pendidikan yang seharusnya tidak bisa dilakukan.

Namun khusus untuk rencana penghapusan ini, Abduhzen mengatakan masih ada perbedaan sikap antara Jokowi dengan Wapres Jusuf Kalla (JK).

BACA JUGA: Tunjangan Guru Belum Cair, Rektor Mandek

"Pak JK masih belum sepakat dengan rencana penghapusan unas," jelasnya. Seperti diketahui bahwa JK merupakan pencetuh pembobotan hasil unas sebagai penentu kelulusan. (wan)

 

BACA ARTIKEL LAINNYA... Kepsek dan Kadispendik Dijadikan Jabatan Karir


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler