Pengamat Sebut Posisi Muhaimin di PKB Terancam, 2 Kekuatan Besar Tak Lagi Berpihak?

Rabu, 18 Mei 2022 – 13:09 WIB
Dokumentasi - Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar. Foto: Kenny Kurnia Putra/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Pengamat Politik Moh Sholeh Basyari memprediksi posisi Muhaimin Iskandar di tubuh Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mulai terancam.

Sholeh meyakini ancaman terhadap posisi Muhaimin sebagai ketua umum justru berasal dari internal partai.

BACA JUGA: Lily Wahid Wafat, Gus Muhaimin Instruksikan Kader PKB Salat Gaib dan Tahlil

"Kalau ada yang menyebut pihak luar yang ingin membajak PKB, itu jelas salah."

"Bagaimana caranya (orang luar membajak PKB)? Sepertinya orang yang menyebut itu hanya sekadar menutupi kegamangan dan ketakutan saja," ujar Sholeh di Jakarta, Rabu (18/5).

BACA JUGA: Maju di Pilpres 2024, Ridwan Kamil Didukung Sesepuh NU

Menurut Direktur Eksekutif Center For Strategic on Islamic and International Studies (CSIIS) ini, posisi Muhaimin goyah bukan sekadar isu semata.

"Saya kira posisi Muhaimin goyah itu bukan sekadar isu, tetapi karena ada tekanan dari internal PKB sendiri," kata aktivis Nahdlatul Ulama (NU) itu.

BACA JUGA: GUSDURian Bereaksi Melihat Ade Armando Babak Belur Digebuki Massa

Dia kemudian memaparkan bahwa PKB dibangun dari beberapa tonggak besar.

Di antaranya, NU dan Gusdurian.

Menurut Sholeh, dua tonggak besar itu kini tidak mendukung Muhaimin, bahkan cenderung berkonflik.

"Itu semua terbuka, ada para senior-senior partai yang bermain sendiri-sendiri."

"Bahkan, ada petinggi partai yang terang-terangan akan mendukung capres lain," katanya menegaskan.

Dia meminta agar pihak eksternal atau di luar PKB tidak terseret atau dilibatkan dalam konflik itu.

Sholeh menyatakan pandangannya mengomentari pemaparan tokoh NU Umar Hasibuan yang mengeklaim ada pihak yang hendak maju sebagai calon presiden di Pemilu 2024 mau membajak partai-nya dengan berbagai cara.

Menurut Sholeh, makin banyak pendukung Muhaimin yang berkomentar, makin terlihat ketakutan itu. Karena itu mulai mencari pihak yang akan menjadi kambing hitam.(Antara/jpnn)


Redaktur & Reporter : Kennorton Girsang

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler