Pengamat: Wiranto-Hary Tanoe, Ibarat Supir dan Penumpang Mikrolet

Kamis, 04 Juli 2013 – 15:31 WIB
JAKARTA - Pengamat Politik dari Universitas Indonesia (UI), Iberamsjah mengatakan deklarasi calon presiden (Capres) Partai Hanura (Wiranto-Hary Tanoesoedibjo) berdasarkan prinsip saling menguntungkan.

"Wiranto perlu dana, Hari butuh kendaraan politik menuju pemimpin Indonesia," kata Iberamsjah, di Jakarta, Kamis (4/7).

Makanya, sebelum kepentingan mereka terusik lanjut Iberamsjah, berbagai cara mereka tempuh asal prinsip saling menguntungkan itu berjalan sesuai dengan kepentingan mereka berdua.

"Hubungan mereka seperti supir mikrolet dengan penumpangnya. Sama-sama di atas angkot tapi niat beda, supir cari uang, penumpang butuh tumpangan,” tegasnya.

Menurut Iberamsjah, berat bagi pasangan ini untuk bisa lolos di Pilpres. Keikutsertaan Wiranto dalam dua kali Pilpres selalu kalah.

“Sudah dua kali jadi Capres, hasilnya kalah. Kali ketiga tentu akan lebih sulit bagi Wiranto. Popularitasnya sudah semakin berkurang seiiring berjalannya waktu dan banyak pemilih pemula tidak mengenal sosoknya. Wiranto harusnya  mengukur diri ketika 2004 popularitasnya masih cukup besar saja dia tidak menang,” tegasnya.

Harry Tanoe lanjut dia, pengusaha sukses tapi minim pengalaman politik. Dia hanya mengandalkan jaringan media milikinya saja. “Lagipula sulit bagi masyarakat menerima pasangan calon dari militer dan pengusaha yang dulu menjadi momok di era orde baru. Mana mungkin sekarang masyarakat bisa menerima kenyataan itu,” tegasnya.(fas/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Presiden Resmikan Unit Kesehatan Mata RSCM Kirana

Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler