Penganggur Mengeluh karena Dipungli saat Cari Kerja, Ganjar Siap Sikat Praktik Buruk

Kamis, 14 Desember 2023 – 19:36 WIB
Ganjar Pranowo menghadiri dialog dengan para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Gedung Guru, Kabupaten Bekasi, Kamis (14/12/2023). Foto: Tim Media GP

jpnn.com - KABUPATEN BEKASI - Capres bernomor urut 3 di Pilpres 2024 Ganjar Pranowo kembali menegaskan komitmennya dalam pemberantasan pungli di dunia kerja dan industri.

Pernyataan itu sebagai respons atas keluhan warga yang menghadiri dialog Ganjar dengan para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Gedung Guru, Kabupaten Bekasi, Kamis (14/12/2023).

BACA JUGA: Atikoh Ganjar Purnatugas dari Kwarda Jateng, Ini Sederet Prestasinya dalam 5 Tahun

Di tengah ribuan warga, mantan gubernur Jawa Tengah (Jateng) itu berdiri untuk berdialog dan menyerap berbagai keluhan. 

Seorang pemuda yang menghadiri acara bertitel Konsolidasi Ganjar Pranowo Bersama Pelaku UMKM Kabupaten Bekasi itu menuturkan pengalamannya dalam mencari pekerjaan. 

BACA JUGA: Santri Dukung Ganjar Beri Pemahaman Tentang Kesehatan Mental Untuk Warga Kulon Progo

Penganggur itu menceritakan ketika menitipkan lamaran kerja harus dikenai pungutan biaya. Oknum yang meminta pungutan itu beralasan uangnya untuk memudahkan pelamar tersebut diterima di perusahaan yang menjadi tujuan surat lamaran kerjanya.

Pengakuan itu dikuatkan oleh pemuda lainnya yang memiliki pengalaman serupa. Demi bisa bekerja di perusahaan pun harus membayar uang pelicin.

BACA JUGA: Diajak KPK Bahas Pemberantasan Rasuah, Ganjar: 10 Tahun Jadi Gubernur, Saya Mboten Korupsi

Ganjar yang mendengar cerita itu langsung mengaku miris. Menurut dia, seharusnya tidak ada pungli maupun suap di dunia kerja. 

"Menyedihkan pengakuan dua orang yang mencari pekerjaan harus lewat calo dan menyogok. Inilah yang mesti disikat, dan inilah yang mesti dibersihkan," ujarnya. 

Capres yang berpasangan dengan Mahfud MD di Pilpres 2024 itu menegaskan pemerintah harus proaktif menyikat berbagai pungli. Menurut Ganjar, pungli dan suap merugikan dunia industri dan para pekerja.

"Saya kira ini bagian dari apa yang terjadi di masyarakat, praktik buruk pungli seperti ini. Kasihan para korban dan inilah yang mesti disikat dan pemerintah harus aktif menangani itu," ucapnya.

Saat hadir di Gedung Guru yang menjadi tempat dialog, Ganjar langsung disambut ribuan warga. Kerumunan peserta dialog berebut untuk menyalami Ganjar maupun minta foto bareng capres dari koalisi PDIP, PPP, Partai Hanura, dan Partai Perindo itu. (ast/jpnn.com)

Jangan Lewatkan Video Terbaru:


Redaktur : M. Kusdharmadi
Reporter : Aristo Setiawan

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler