Pengangkatan PPPK 2024 Difokuskan untuk Honorer Teknis Administrasi, Difasilitasi Kuliah S1

Selasa, 21 November 2023 – 17:08 WIB
Wali kota Madiun Maidi seusai ujian sidang terbuka Tugas Akhir Program Doktor (TAPD) di Universitas Terbuka, Pondok Cabe, Tangerang Selatan, Selasa (21/11). Foto Mesya/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Pengangkatan PPPK 2024 difokuskan untuk honorer teknis administrasi. Selain itu, bagi honorer teknis administrasi yang belum S1, akan difasilitasi kuliah di Universitas Terbuka (UT).

Kebijakan tersebut akan ditempuh Wali kota Madiun Maidi dalam mengimplementasikan amanat UU Nomor 20 Tahun 2023 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN) yang dalam Pasal 66 secara tegas memberikan batas waktu penyelesaian honorer sampai 31 Desember 2024.

BACA JUGA: Wali Kota Madiun Jadi Doktor Pertama Lulusan Universitas Terbuka, Usung Smart City 

"Insyaallah tahun depan untuk PPPK 2024 kami fokuskan kepada honorer tenaga teknis administrasi," kata Wako Maidi yang ditemui JPNN.com seusai ujian sidang terbuka Tugas Akhir Program Doktor (TAPD) di Universitas Terbuka, Pondok Cabe, Tangerang Selatan, Selasa (21/11).

Wali kota yang sudah resmi menyandang gelar Doktor Administrasi Publik sekaligus menjadi lulusan pertama program doktoral Universitas Terbuka (UT) ini mengungkapkan Madiun memiliki 800 honorer. Sebanyak 420 honorer sudah diangkat PPPK pada 2021/2022.

BACA JUGA: Pendaftaran CPNS 2023 & PPPK, Universitas Terbuka Buka Banyak Lowongan

Tahun ini, yang akan diangkat sebanyak 179 honorer, sedangkan sisanya diangkat PPPK 2024.

"Jadi, tahun 2021 sampai 2023, Kota Madiun fokuskan kepada guru honorer dan tenaga kesehatan. Nah, tahun depan kami alihkan formasi PPPK 2024 kepada tenaga teknis administrasi," tuturnya.

BACA JUGA: Simak Pesan Penting Wakil Kepala BPIP Kepada Ribuan Calon Wisudawan Universitas Terbuka

Dia menegasikan Madiun tidak akan membiarkan honorer tanpa status yang jelas. 

Honorer yang masa pengabdiannya di atas 5 tahun akan diangkat menjadi PPPK penuh waktu.

Sebaliknya honorer baru pekerjaannya hanya beberapa jam, akan tetap dipekerjakan dengan sistem kontrak (paruh waktu).

Prinsipnya kata Wako Maidi, semua honorer tetap diperhatikan status dan kesehatannya.

Terkait beasiswa pendidikan S1, Maidi mengungkapkan akan memberikannya kepada honorer yang belum sarjana. 

Dia menyebutkan banyak honorer teknis administrasi yang belum S1, sehingga mereka menjadi target pemda untuk menguliahkan di UT.

"Sampai saat ini Pemkot Madiun sudah memberikan beasiswa kepada 1.250 warga Madiun baik ASN, honorer, siswa. Program ini akan berkelanjutan," tuturnya. (esy/jpnn)


Redaktur : Budianto Hutahaean
Reporter : Mesyia Muhammad

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler