Pengemudi Ojek Online Tewas Bersimbah Darah Dihabisi Penumpang

Senin, 22 Maret 2021 – 15:58 WIB
Petugas Polres Binjai melakukan olah TKP pembantaian driver gojek yang dibunuh penumpangnya. Foto: Teddy Akbar/SUMUT POS.

jpnn.com, BINJAI - Seorang pengemudi ojek online bernama Iwan Suranta Nainggolan, 43, tewas bersimbah darah dihabisi penumpangnya di Jalan Tengku Amir Hamzah, Gang Martini, Lingkungan I, Kelurahan Jatikarya, Binjai, Sumut, Jumat (19/3) pukul 23.30 WIB.

Satuan Reserse Kriminal Polres Binjai masih mendalami motif pembunuhan warga Jalan Mawar, Lingkungan III, Kelurahan Pahlawan, Binjai Utara, tersebut.

BACA JUGA: Dua Wanita Cantik Ini Dijemput Polisi Usai Berbuat Aksi Tak Terpuji

Hingga Minggu(21/3), polisi masih memburu pelaku. Terdapat luka sayatan dari leher yang memanjang ke arah bahu kiri di punggung korban.

Kejadian berawal ketika korban yang sedang mangkal di kedai jus Syahrul Luthfi, 41, pertigaan Kantor Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan Perusahaan Listrik Negara Binjai didatangi seorang pria yang belum diketahui identitasnya.

BACA JUGA: Istri Polisi yang Digerebek Bareng Selingkuhan di Villa Jadi Tersangka, Sanksi Berat Menanti

Dia bertanya apakah boleh minta diantarkan oleh korban ke Tandem.

“Pria itu datang jalan kaki dengan bertanya ada aplikasi Gojek bang. Saat itu saya sedang jualan jus jeruk,” kata saksi.

BACA JUGA: Tabungan Pengemudi Ojek Online Hasil Kerja 7 Tahun Dikuras Pembobol ATM

“Korban menjawab ada. Lalu laki-laki itu nanya apakah bisa diantar ke Tandem. Dijawab korban bisa tanpa bertanya berapa ongkosnya,” tambah saksi.

Singkat cerita, keduanya sepakat. Korban pun mengantarkan si penumpang ke tujuan dengan sepeda motor matik BK 6995 LW.

Sesampai di Gang Martini, laki-laki tersebut meminta korban masuk ke dalam. Memasuki 50 meter, si penumpang diduga meminta korban menghentikan laju sepeda motor.

Diduga saat berhenti terduga pelaku turun dari sepeda motor dan menjalankan aksinya, menikam leher kanan korban. Setelah itu, pisau ditarik menusuk punggung korban.

Alhasil, darah segar muncrat dari leher korban. Hal itu dikuatkan dengan banyaknya bekas ceceran darah di aspal jalan tersebut.

“Barang bukti didapat dari TKP, sepeda motor korban dan sarung pisau, yang sudah diamankan ke Polsek Binjai Utara” kata Kasubbag Humas Polres Binjai, AKP Siswanto Ginting, Minggu (21/3).

Korban ditemukan kritis dengan kondisi terkapar. Diduga sempat berusaha kabur, pelaku menikamnya lagi pada punggung bawah tak jauh dari pinggang.

“Korban tergeletak di aspal dengan luka tusuk pada leher kanan dan badan belakang korban. Diduga pelaku menggunakan sebilah pisau kecil sepanjang 15 centimeter,” kata dia.

“Pisau tidak ditemukan di TKP. Sarung terbuat dari kayu dan dibalut lakban warna hitam,” sambungnya.

Napas korban yang masih tersengal-sengal saat dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah Djoelham Binjai. Sayangnya, nyawa korban tak tertolong.

Sementara, aksi yang dilakoni terduga pelaku diduga sendirian.

Sejauh ini, polisi enggan menduga apakah aksi tindak pidana penganiayaan yang mengakibatkan nyawa orang melayang tersebut dilatari motif dendam.

Namun begitu, polisi sudah mengantongi sejumlah nama yang diduga berkaitan dengan aksi tersebut.

“Kami enggan menduga-duga,” tukas Kasat Reskrim Polres Binjai, AKP Yayang Rizki Pratama. (ted/han/sumutpos.co)


Redaktur & Reporter : Budi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler