Pengikut Aliran Hakekok Mandi Bareng Tanpa Busana, MUI Lebak: Itu Ajaran Menyesatkan

Sabtu, 20 Maret 2021 – 02:25 WIB
Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Lebak, Provinsi Banten bahwa ajaran Hakekok Balakasuta yang berkembang di Pandeglang menyimpang dari agama Islam.

jpnn.com, LEBAK - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Lebak, Provinsi Banten menyatakan ajaran Hakekok Balakasuta yang dianut sejumlah warga di Pandeglang menyimpang dari agama Islam.

Sebelumnya, polisi mengamankan 16 orang pria dan wanita diduga pengikut aliran sesat Hakekok Balakasuta yang menjalankan ritual berendam bersama di rawa tanpa busana.

BACA JUGA: Fakta-Fakta Aliran Sesat Hakekok, dari Mandi Bareng Tanpa Busana hingga Syahadat

Belasan pria dan wanita berendam di rawa tanpa buaana. Foto: tangkapan layar Instagram @fakta_banten

"Masa, ajaran itu mandi bersama antara laki-laki dan perempuan tanpa busana. Itu ajaran yang menyesatkan," kata Wakil Ketua MUI Kabupaten Lebak KH Ahkmad Khudori di Lebak, Jumat (19/3).

BACA JUGA: Ssst, KPK Temukan Bukti Dugaan Suap Pajak di Kantor Jhonlin Baratama

Aliram Hakekok Balakasuta dinilai sangat meresahkan masyarakat, karena aksi menyimpang pengikut aliran diduga sesat itu tidak hanya terjadi di Pandeglang saja, tetapi juga di Kabupaten Lebak.

Penyebaran paham sesat tersebut kebanyakan pimpinannya berasal dari Kabupaten Bogor dan Sukabumi dan mereka menyebarkannya dengan mendatangi perkampungan yang terisolir dengan jumlah penduduk relatif kecil.

BACA JUGA: Begini Sosok T, Terduga Teroris yang Ditangkap Densus 88 Sepulang Jumatan

Biasanya, kata Kiai Ahkmad, perkampungan terisolir itu sangat tertutup dari warga lainnya, serta pemahaman agama mereka cukup minim.

Misalnya, kata dia, paham Hakekok Balakasuta di Pandeglang terjadi di Kecamatan Cigeulis dan Kabupaten Lebak di Kecamatan Lebak Gedong yang kondisinya terpencil.

"Saya kira paham Hakekok Balakasuta sesat, karena mereka melaksanakan ritual yang bertentangan dengan ajaran agama Islam," ucap Kiai Ahkmad.

Dia juga menyebut penyebaran paham sesat itu sebagai penipu karena para pemimpinnya memungut iuran dari jemaatnya.

Selain itu, ajaran sesat Hakekok Balakasuta tersebut tidak memiliki kitab suci, sehingga mereka bermotif ekonomi.

Sebagai antisipasi, MUI Lebak mengoptimalkan penyuluhan kepada masyarakat. Sebab, Kabupaten Lebak merupakan daerah rawan dimasuki ajaran sesat karena lokasinya perbukitan, pegunungan, dan banyak desa terisolir.

"Kami minta MUI tingkat kecamatan agar mengoptimalkan penyuluhan kepada masyarakat untuk menangkal ajaran sesat maupun radikalisme," pinta Kiai Ahkmad Khudori.(antara/jpnn)


Redaktur & Reporter : M. Fathra Nazrul Islam

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler