Pengin Tahu Berapa Kader Fatayat NU jadi Anggota DPR 2019-2024?

Selasa, 01 Oktober 2019 – 05:28 WIB
Arzeti Bilbina. Foto: dok.JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Banyak kader Fatayat NU (Nahdlatul Ulama) yang terpilih sebagai anggota DPR RI periode 2019-2024.

Ketum PP Fatayat NU Anggia Ermarini menyampaikan apresiasi dan bersyukur karena banyak kadernya yang terpilih sebagai wakil rakyat di Senayan.

BACA JUGA: Kader Lolos ke Senayan, Fatayat NU Siap Kawal Demokrasi

"Terpilihnya para kader Fatayat NU dari berbagai daerah sebagai wakil rakyat tentu sangat membanggakan. Ini menunjukkan kontribusi kader Fatayat diakui masyarakat. Secara organisasi dan kelembagaan, ini menjadi bukti riil kerja-kerja sosial-kemasyarakatan Fatayat NU memberikan manfaat nyata bagi warga Nahdliyin khususnya, dan masyarakat secara umum," ujar Anggia di Jakarta, Senin (30/9).

Dia menyebut sembilan kader Fatayat NU secara resmi terpilih sebagai anggota DPR RI periode 2019-2024.

BACA JUGA: Fatayat NU Ajak Perempuan Indonesia Melupakan Perbedaan Politik Saat Pilpres 2019

Para kader Fatayat yang terpilih adalah Anggia Ermarini (Ketum PP Fatayat NU), Siti Mukarromah, Eem Marhamah, Nihayatul Wafiroh, Ela, Arzetti Bilbina, Nur Nadlifah, serta Luluk Nurhamidah.

Mereka menjadi anggota dewan ada yang lewat Partai Kebangkitan Bangsa dan ada juga yang dari PPP seperti Ema Umiyatul Chusna dan Wartiah.

"Ini belum menghitung kader yang terpilih di tingkat provinsi dan kabupaten/kota, dan dari berbagai partai, yang pasti jauh lebih banyak lagi," kata Anggia.

Anggia berharap para kader Fatayat NU yang menjadi wakil rakyat dapat melaksanakan tugas secara baik dan lebih bermanfaat.

"Aspirasi konstituen di daerah masing-masing tentu beragam. Seyogianya aspirasi dan harapan-harapan yang ada benar-benar dapat diemban secara baik, optimal, dan maslahah. Mohon doa segenap masyarakat agar Fatayat NU serta para kader terpilih di berbagai tingkatan, mampu membawa kemajuan bangsa Indonesia dan menghasilkan kebijakan-kebijakan yang pro-rakyat," ujar Anggia.

Fatayat NU adalah badan otonom Nahdlatul Ulama yang berdiri sejak 24 April 1950, atau 69 tahun lalu.

Fatayat didirikan untuk merespon sejumlah problem kemasyarakatan seperti isu kesehatan, gizi buruk, stunting, mendorong pemajuan harkat perempuan, mengawal demokrasi dan nasionalisme, serta isu-isu kebangsaan lain seperti radikalisme, terorisme, intoleransi, dan disintegrasi bangsa. (Antara/jpnn)


Redaktur & Reporter : Soetomo

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler