Pengurusan Visa Haji Hampir Selesai

Sabtu, 07 September 2013 – 03:56 WIB

jpnn.com - JAKARTA--Kementerian Agama (Kemenag) sudah menuntaskan pengurusan visa haji sekitar 95 persen. Meskipun begitu, khusus untuk urusan dokumentasi keimigrasian mereka menjamin seluruh jamaah haji gelombang petama bisa terbang semuanya.

Direktur Pelayanan Haji (Diryanhaj) Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (Ditjen PHU) Kemenag Sri Ilham Lubis menuturkan, proses visa haji yang sudah selesai saat ini tidak hanya untuk calon jamaah haji gelombang pertama. "Tetapi juga sebagian ada yang dari calon jamaah haji gelombang kedua," tandasnya. Dengan kondisi itu, Sri Ilham memastikan pengurusan visa haji ini tidak menemui hambatan.

BACA JUGA: RI-Malaysia Sepakati Perbaiki Perlindungan TKI

Dia menuturkan pemberangkatan perdana calon jamaah haji menuju Arab Saudi secara resmi akan dilepas Menag Suryadharma Ali. Pada tahun-tahun sebelumnya, Suryadharma melepas jamaah haji di bandara Soekarno Hatta, Cengkareng. Tetapi mulai tahun ini, penerbangan haji di bandara Soekarno Hatta dialihkan ke bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta.

"Laporan dari lapangan, persiapan di bandara Halim sudah siap untuk memberangkatkan calon jamaah haji," tandasnya. Bandara ini nantinya akan menerbangkan calon jamaah haji dari asrama haji Jakarta, Bekasi, dan Lampung.

BACA JUGA: Desak Penetapan Capres PDIP Dilakukan Sebelum Pileg

Sementara itu misi mulia diemban 331 orang Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPHI) 2013 yang sudah diterbangkan ke Arab Saudi. Sekretaris Ditjen PHU Kemenag Cepi Supriatna menuturkan, tim PPIH yang sudah diberangkatkan adalah untuk penugasan/penempatan daerah kerja (daker) Jeddah. "Mereka harus bekerja dengan cepat dan tepat," tandasnya.

Diantara yang menjadi sorotan Cepi adalah kemampuan tim PPIH menghafal kode embarkasi. Meskipun sepele, tetapi hal ini penting. Misalnya ada PPIH yang mendapati jamaah haji tersesat, tidak keliru mengembalikan ke rombongannya. "Selain menghafal kode embarkasi, juga menghafal daerah yang tergabung dalam embarkasi itu," papar Cepi.

BACA JUGA: FPI Kirim Surat ke SBY Tolak Miss World

Dia mencontohkan Embarkasi Aceh memiliki kode BTJ, yang khusus mengangkut jamaah haji dari provinsi Aceh. Sedangkan embarkasi Batam (BTH) mengangkut jamaah haji dari Provinsi Kepulauan Riau, Riau, Kalimbantan Barat, dan sebagaian jamaah dari Provinsi Jambi.

Cepi mengingatkan para PPIH supaya menyelesaikan setiap persoalan dengan cepat. "Apapun persoalannya, tolong diselesaikan secepatnya. Jangan ditunda-tunda," tuturnya. Sebab jika ditunda, berpotensi mengalami penumpukan persoalan-persoalan baru lainnya.

Dia berharap seluruh petugas PPIH meluruskan niatnya berangkat ke Arab Saudi. Mereka diberangkatkan untuk melaksanakan tugas pelayanan terhadap jamaah haji Indonesia sekaligus beribadah. Dia meminta seluruh petugas PPIH memegang komitmen ini.

"Petugas (PPIH) yang berada di Madinah boleh melaksanakan Arbain. Tetapi waktunya diatur," tandasnya. Arbain ini adalah ibadah salat berjamaah empat puluh waktu di Masjid Nabawi tanpa terputus. Dia menegaskan personel PPIH jangan malah mengedepankan ibadah arbain lalu mengorbankan tugas melayani jamaah haji. (wan)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Kebijakan SBY Dianggap Belum Mengarah Swasembada Pangan


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler