Pengusaha Optimistis 2020 Investasi di Batam Semakin Membaik

Rabu, 01 Mei 2019 – 20:07 WIB
Sejumlah warga saat melakukan pengurusan izin dokumen di Pelayanan Terpadu Satu Pintu BP Batam di Mall Pelayann Publik. Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos

jpnn.com, BATAM - Kalangan pengusaha di Kota Batam berharap proses pemilihan presiden (Capres) dan wakil presiden (Cawapes) 2019 segera selesai. Karena pelaku dunia usaha ingin segera mendapatkan kepastian.

Plt Apindo Batam, Rafki mengatakan, saat ini banyak calon investor yang menunggu penetapan dan pengumuman presiden untuk periode 2019-2024.

BACA JUGA: Dua Opsi Prabowo untuk Buruh: Jadi Kambing atau Rakyat Terhormat?

"Saat ini untuk PMA belum ada penambahan. Menurut saya itu karena proses pemilu masih berlangsung dan hasilnya belum ditetapkan secara resmi," kata Plt Apindo Batam, Rafki, Selasa (30/4).

Rafki mengatakan, saat ini investor masih dalam posisi wait and see. Bukan hanya pengaruh pilpres, isu dan persoalan mengenai transisi kepemimpinan di BP Batam juga sangat berpengaruh.

BACA JUGA: TKN Jokowi Anggap Remeh Ijtimak Ulama III

"Menurut saya gerak BP Batam dalam menjaring PMA sedikit banyak juga akan terpengaruh karena proses ini," katanya.

Meski menurut Rafki, Batam ini masih menarik bagi investor. Dia mengatakan pengusaha optimistis di tahun 2020 investasi di Batam akan semakin membaik dan berimbas kepada meningkatnya pertumbuhan ekonomi.

BACA JUGA: Menhan Ajak Masyarakat Merajut Kembali Hubungan Kebangsaan

Tetapi dibutuhkan pembenahan di beberapa sisi. Perizinan di Batam saat ini sudah membaik, meski memang masih harus terus ditingkatkan. Keluhan pengusaha terkait tarif pengiriman barang atau logistik dari Batam ke negara atau daerah lain juga masih terlalu mahal.

"Batam itu masih menarik bagi investor untuk menanamkan modalnya. Saya perkirakan tahun 2020 mendatang kondisi investasi Batam akan semakin membaik dan akan berimbas pada meningkatnya pertumbuhan ekonomi yang dua tahun belakangan sempat melambat," tambahnya.

Sebelumnya Rafki juga mengatakan bahwa saat ini ada beberapa perusahaan asal Tiongkok yang sudah menyatakan minatnya untuk berinvestasi di Batam.

Beberapa perusahaan yang hendak masuk ke Batam tersebut kebanyakan perusahaan elektronik, sepantu dan garmen. Skala perusahaan yang akan masuk tersebut dalam kategori menengah hingga besar.

"Yang sudah terealisasi kan ada Pegatron dan masih ada beberapa perusahaan dari China, Taiwan, dan Korsel yang berminat masuk Batam," tambahnya.

Menurut Rafki, selain dari Tiongkok dan negara Asia timur lainnya, potensi perusahaan asing masuk ke Batam sangat besar. Yang harus dilakukan pemerintah adalah untuk terus memperbaiki pelayanan dan kebijakan yang pro investasi.

Wakil Koordinator Himpunan Kawasan Industri (HKI) Kepri, Tjaw Hoeing alias Ayung beberapa waktu lalu mengatakan bahwa sudah ada beberapa perusahaan asing yang masuk ke Batam. Pegatron sudah berproduksi.

"Perusahaan-perusahaan ini hengkang dari Cina dan pindah ke Batam karena ada pengaruh perang dagang Amerika dengan Tiongkok," katanya.

Menurut Ayung, saat ini masih ada beberapa perusahaan yang berminat masuk Batam. Dia berharap kebijakan dari pemerintah bisa pro investasi untuk peningkatan ekonomi di Batam.Perzinan harus terus dipermudah, dan pelayanan dalam bidang adapun ditingkatkan.(ian)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Makna Avengers: Endgame bagi Erick Thohir


Redaktur & Reporter : Budi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler