Penjelasan Aliansi Nasional AntiKomunis Soal Terbakarnya Bendera PDIP

Kamis, 25 Juni 2020 – 01:42 WIB
Pimpinan DPR RI menerima perwakilan Demonstrasi Aliansi Nasional Anti-Komunisme yang melakukan aksi demonstrasi di depan Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (24/6) untuk menolak RUU Haluan Ideologi Pancasila. Foto: Humas DPR

jpnn.com, JAKARTA - Beredar sebuah video di jejaring WhatsApp yang merekam adegan terbakarnya bendera Partai Komunis Indonesia (PKI) dan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), yang dilakukan Aliansi Nasional AntiKomunis di depan Gedung DPR, Jakarta, Rabu (24/6).

Diketahui bendera itu terbakar saat aliansi tersebut menggelar demonstrasi menolak RUU Haluan Ideologi Pancasila (HIP) di depan Gedung DPR.

BACA JUGA: Bendera PDIP Dibakar Massa di Depan DPR, Jubir PA 212 Beri Respons Begini

Koordinator lapangan Aliansi Nasional AntiKomunis Edy Mulyadi menjelaskan, pihaknya sedari awal memang berniat membakar bendera PKI saat aksi di depan Gedung DPR. Bahkan, panitia aksi turut membawa beberapa bendera palu arit, hanya untuk dibakar.

"Saya sebagai korlap, memang mengagendakan pembakaran bendera PKI," kata Edy saat dihubungi jpnn.com, Rabu.

BACA JUGA: Misteri Makhluk Pengisap Darah di Taput, Mampu Angkat Beban 25 Kg hingga Bengkokkan Besi

Namun, kata dia, panitia tidak mengagendakan pembakaran bendera PDIP. Panitia aksi, tidak pernah membawa sehelai bendera bergambar banteng.

"Ya, kalau yang dibawa panitia, tidak membawa. Mungkin dari peserta yang membawa," ucap dia.

BACA JUGA: Pamit Beli Air Minum, AS Malah Berbuat Terlarang di Sebuah Pondok

Dia mengatakan, panitia berusaha menghindari kejadian yang tidak diinginkan dalam aksi. Misalnya, panitia aksi tidak pernah mengajak rakyat secara besar-besaran untuk memakzulkan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Kami dari awal menghindari. Bahkan, dari orasi kami, tidak ada kata menurunkan Jokowi. Saya selalu sebagai koordinator lapangan, mendesak MPR menggelar sidang istimewa untuk menurunkan Jokowi, memberhentikan Jokowi. Bukan rakyat menurunkan Jokowi, tetapi secara konstitusi MPR yang menggelar sidang istimewa memberhentikan Jokowi," ungkap dia.

Terkait pembakaran bendera PDIP, Edy beranggapan, terdapat peserta aksi yang merasa geregetan dengan sikap partai berlambang Banteng atas RUU HIP. PDIP dianggap peserta aksi sebagai partai utama pengusul RUU HIP.

BACA JUGA: Misteri Makhluk Pengisap Darah di Taput, Mampu Angkat Beban 25 Kg hingga Bengkokkan Besi

"Mungkin dengan itu, peserta terlalu geregetan. Cuma, panitia itu membakar bendera PKI," pungkas dia. (mg10/jpnn)

Jangan Lewatkan Video Terbaru:


Redaktur & Reporter : Aristo Setiawan

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag
Demo   PA 212  

Terpopuler