Penjelasan Gamblang Persipura Soal Keputusan Melepas Boaz dan Tinus

Senin, 05 Juli 2021 – 23:54 WIB
Ketua Umum Persipura Jayapura Benhur Tomi Mano. ANTARA/Alfian Rumagit/am.

jpnn.com, JAYAPURA - Ketua Umum Persipura Jayapura Benhur Tomi Mano menjelaskan soal keputusan klub melepas Boaz Solossa dan Yustinus Pae.

Dalam rilis resmi, Senin (5/7) malam, diumumkan bahwa Persipura resmi melepas keduanya karena dinilai sudah melakukan tindakan indisipliner berulang kali.

BACA JUGA: Sah, Rachmawati Soekarnoputri Dipilih Sebagai Ketua Dewan Pembina Persipura

Tomi mengatakan, secara pribadi tak punya masalah dengan pemain yang karib disapa Bochi dan Tipa itu.

Pilihan itu murni karena sudah berbicara dengan tim pelatih dan manajemen.

BACA JUGA: Sambut PON XX Papua, Nowela Idol dan Arie Kriting Serukan Persatuan Indonesia

"Kami tidak punya masalah apa pun dengan Bochi maupun Tipa. Mereka adalah anak-anak kami dan adik-adik kami. Ini murni kebijakan manajemen dan masukan para pelatih, atas pelanggaran atau tindakan indisipliner," kata Tomi dalam rilis resminya.

Manajemen memandang perlu cepat bersuara, karena banyak tuduhan yang dialamatkan ke manajemen terkait perginya dua pemain senior Persipura itu.

BACA JUGA: Piala AFC 2021 sudah di Depan Mata, Jacksen: Performa Persipura Belum Sesuai Harapan

Bahkan, ada tuduhan-tuduhan yang menurut manajemen sangat memojokkan di masyarakat.

"Karena itu kami berusaha percepat malam ini untuk penjelasan dan keputusan manajemen. Sebenarnya kami rencanakan meeting hari Selasa besok," terang dia.

Tomi menambahkan, bahwa pihaknya perlu memberikan penjelasan dan menyampaikan keputusan kepada publik karena sudah begitu banyak isu dan tuduhan yang berkembang di media sosial.

"Padahal manajemen belum bicara apa pun," ucap pria yang juga Wali Kota Jayapura itu.

"Keputusan kami adalah keputusan seluruh manajemen dan masukan dari berbagai pihak yang terlibat langsung di dalam tim, dan waktu itu kami meminta manajer, direktur utama dan pelatih untuk sampaikan keputusan itu kepada mereka berdua di Hotel Kartika Chandra Jakarta," imbuhnya.

Sebelumnya, manajemen tim berjuluk Mutiara Hitam tersebut memang memilih menyimpan rapat-rapat terkait kondisi tersebut.

Pertimbangannya, karena Bochi menjadi Duta PON Papua dan kebetulan juga sedang ramai polemik ikon PON.

"Kami khawatir ada dampak lain kalau ini tersebar di media, sesungguhnya kami tidak mau publik mengetahui hal ini, karena ini bukan hal yang positif, kami tetap berusaha jaga nama baik mereka sebagai seorang profesional, biarlah ini menjadi konsumsi internal kami saja, kami hargai mereka berdua sebagai bagian penting dari sejarah dan prestasi tim ini," tandasnya. (dkk/jpnn)


Redaktur & Reporter : Muhammad Amjad

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler