Penjelasan Kapolda Soal Bentrok Pendukung 01 dengan FPI di Sleman

Senin, 08 April 2019 – 09:43 WIB
Polisi berjaga di sekitar area bentrok masa pendukung Jokowi - Ma'ruf dengan warga di Sleman, DIY, Minggu (7/4/2019). Foto: Istimewa

jpnn.com, YOGYAKARTA - Pilpres 2019 kembali tercoreng. Oknum pendukung nomor urut 01 Joko Widodo - Ma’ruf Amin terlibat bentrok dengan warga di Jalan Wates Kilometer 8, Kecamatan Gamping, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa yogjakarta (DIY), Minggu (7/4/2019).

Akibat bentrokan tersebut, mobil dengan nomor polisi B 18 FPI mengalami kerusakan pada kaca depan dan spion patah. Beruntung tidak ada korban jiwa.

BACA JUGA: Andi Arief: Baca Baik-Baik Surat SBY, Hati-Hati Berkomentar

BACA JUGA: Usai Berkampanye Pendukung Prabowo Pukuli Warga Pemakai Kaus Jokowi

Anton Prabu (40), salah satu saksi mata mengatakan, saat itu sekelompok orang tiba-tiba masuk ke kampung di Dusun Ngaran, Desa Balecatur, Kecamatan Gamping.

BACA JUGA: Kampanye di Kupang, Jokowi Akan Disambut Pesta Budaya

“Kejadian sekitar pukul 11 (siang), massa masuk kampung. Merusak kaca rumah dan kaca satu mobil juga pecah,” katanya, Minggu (7/4/2019).

Sesaat kemudian, petugas dari kepolisian dan TNI datang ke lokasi kejadian untuk mengamankan agar kejadian tersebut tidak meluas.

BACA JUGA: Chicha Koeswoyo: Insyaallah Saya Jaga Amanah

Kapolda DIY Irjen Ahmad Dofiri mengatakan, mereka yang menyerang kampung itu merupakan massa dari peserta kampanye.

Menurut Kapolda, kejadian bermula saat massa yang berjumlah sekitar 10.000-15.000 dari Jogja, Sleman, dan Bantul berangkat ke lokasi kampanya di Kulonprogo.

“Kebanyakan menggunakan sepeda motor. Ada sedikit pada saat berangkat tadi karena di dalam ini ada tempatnya FPI, kemudian dari sana (massa) berhenti,” jelasnya.

BACA JUGA: Pendukungnya Pukuli Warga Berkaus Jokowi, Sandiaga: Proses Hukum!

Konsentrasi massa tersebut akhirnya menimbulkan gesekan. Kendati demikian, Dofiri menyebut hal itu sudah diredam.

“Ada massa yang berhenti, dan dari dalam (permukiman) saling ejek. Ada gesekan, tapi tidak masalah,” katanya.

Dofiri mengatakan, meski sempat terjadi aksi saling lempar batu, petugas berhasil menghalau dan membubarkan massa yang hendak ikut kampanye itu.

BACA JUGA: Sebelum Dipukuli Pendukung Prabowo, Yuli Dipaksa Buka Kaus Bergambar Jokowi

Sebelumnya, markas FPI Yogyakarta diserang massa pendukung capres 01 menyebabkan mobil dengan nomor polisi B 18 FPI rusak parah.

Penyerangan markas FPI bermula saat ribuan massa pendukung capres 01 dari Kota Yogyakarta, Sleman dan Bantul berangkat ke lokasi kampanye di alun-alun Wates, Kabupaten Kulon Progo, Minggu (7/4) sekitar pukul 10.30 WIB.

Massa yang sebagian besar menggunakan sepeda motor berangkat melalui jalan raya Yogya-Wates.

Massa pendukung capres 01 yang membawa logo bendera Tentara Langit melintas di depan Markas FPI di Jalan Wates KM 8, tepatnya di depan gerbang Padukuhan Ngaran, Desa Balecatur, Kecamatan Gamping, Sleman, Yogyakarta.

Tiba-tiba massa yang konvoi berhenti di depan pintu gerbang markas FPI. Mereka membleyer-bleyer knalpot motor.

Suara bising knalpot motor membuat warga sekitar bereaksi. Seorang warga yang berada di dekat posko FPI berteriak ke arah massa karena terganggun dengan suara bising knalpor motor.

Teriakan warga itu langsung dibalas dengan lemparan batu disusul dengan massa berseragam hitam-hitam lantas menyerang markas FPI. (JPG/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Pilpres Kian Dekat, Abah Maruf: Gas Pol


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler