Indonesia Masters 2020

Penonton di Istora Bikin Carolina Marin Seperti di Rumah

Rabu, 15 Januari 2020 – 17:43 WIB
Carolina Marin. Foto: diambil dari bwf

jpnn.com, JAKARTA - Carolina Marin berhasil mengantongi satu tiket 16 Besar Indonesia Masters 2020. Buat tunggal putri asal Spanyol tersebut, ajang ini menyimpan memori tersendiri.

Marin melakoni babak pertama Indonesia Masters 2020 ini di lapangan 1 Istora Senayan, Jakarta, Rabu (15/1) siang WIB.

BACA JUGA: Saina Nehwal Tak Bisa Bangga jadi Juara Indonesia Masters 2019

Awak BWF sempat menangkap momen, saat Marin mengintip melalui tirai untuk menonton pertandingan antara Viktor Axelsen vs Lin Dan. Sesuai jadwal, Marin berhadapan dengan Nitchaon Jindapol (Thailand) setelah duel Axelsen melawan Lin Dan itu.

Marin akhirnya keluar dari tirai setelah Axelsen mengalahkan Lin Dan. Marin mendapat sambutan meriah dan hangat dari publik Istora.

BACA JUGA: Indonesia Masters 2020: Istora Pecah! Pria Sukoharjo Lolos ke 16 Besar

Ya, tahun lalu, Marin mencapai final, sebelum akhirnya retired alias mundur dari laga melawan Saina Nehwal. Lutut kanan Marin cedera di gim pertama saat dia unggul 10-4 dari Nehwal. Gelar juara Indonesia Masters 2019 pun jatuh ke tangan Nehwal.

Setelah Januari yang kelam di Istora tahun lalu itu, Marin terpaksa absen lama, hingga September 2019 akhirnya comeback lagi ke arena.

BACA JUGA: Indonesia Masters 2020: Chou Tien Chen Angkat Koper, Tiang Listrik Tumbang

"Ya, itu (sambutan penonton di Istora tadi) sangat emosional, terutama untuknya (Marin)," kata pelatih Marin, Fernando Rivas.

Marin akhirnya memenangi pertandingan melawan Jindapol 21-13, 21-15 dalam waktu 35 menit.

"Ketika saya mencoba lapangan Senin kemarin, saya terus teringat apa yang terjadi satu tahun yang lalu," kata Marin.

"Saya terkejut dengan diri saya sendiri, karena ternyata saya tidak takut untuk berada di sini lagi. Satu hal mengapa saya ingin sekali ada di sini adalah karena saya suka berada di sini, saya mencintai Indonesia. Mereka memiliki begitu banyak penggemar di sini, mereka membuat saya merasa seperti di rumah. Dan mereka membuat saya merasa hangat ketika bermain di lapangan," tutur perempuan berusia 26 tahun itu.

Marin mengaku sempat berdebar-debar sebelum pertandingan melawan Jindapol tadi. “Saya mendapatkan beberapa emosi di dalam diri saya ketika melangkah memasuki lapangan. Namun, untungnya saya bisa kembali fokus," kata tunggal putri yang kini duduk di anak tangga sepuluh dunia itu.

"Ada beberapa urusan yang belum selesai di sini. Saya ingin menang (juara). Itu adalah sesuatu yang saya inginkan tahun lalu. Besok (16 Besar) saya akan menghadapi Nozomi Okuhara, saya tahu dia sangat baik. Namun, saya ingin menjadi yang terbaik," pungkas Marin. (bwf/jpnn)


Redaktur & Reporter : Adek

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler