Penting! Wanita Harus Mengenali Gejala-Gejala Kanker Serviks

Minggu, 14 Februari 2021 – 21:10 WIB
Deteksi dini kanker serviks. Foto dok JPNN.com

jpnn.com - Adi Husada Cancer Center (AHCC) dalam momen Hari Kanker Sedunia (World Cancer Day) terus memberikan edukasi tentang gejala hingga pengobatan kanker sedini mungkin.

Bekerja sama dengan komunitas SOS, AHCC mengelar health talk yang bertajuk "Kenali Gejala dan Pengobatan Kanker Servik Sejak Dini" secara daring.

BACA JUGA: 5 Berita Terpopuler: Mahfud Ungkit soal Din Syamsuddin, Yusril Sentil JK, Bima Arya Murka

Dalam acara tersebut dr. Primandono Perbowo, Sp.OG(K)onk didapuk sebagai pembicara untuk menjelaskan cara mengenali kanker servik dan pengobatannya sedini mungkin.

"Kanker serviks saat ini masih menjadi kanker nomor satu Indonesia. Kanker serviks sendiri bukan sebuah penyakit keturunan, tapi beresiko bagi mereka yang sudah melakukan hubungan suami istri," ujar dokter spesialis onkologi AHCC ini.

BACA JUGA: Vaksinasi HPV pada Anak Perempuan Cegah Kanker Serviks

Cara penularan servik, lanjut Primandono, sebanyak 95 persen tertular karena hubungan seksualitas. "Bisa juga ditularkan dari ibu ke neonate (janin) atau ditularkan melalui alat medis yang tidak sengaja terinfeksi HPV. Namun, itu semua kemungkinannya kecil. Paling banyak karena hubungan seksualitas," jelas Primandono.

Menurut Primandono, ada beberapa gejala yang bisa dikenali pada kanker servik. Seperti pendarahan saat berhubungan intim atau pendarahan spontan, keputihan berbau dan tidak sembuh meski diobati, nyeri biasanya terjadi pada stadium lanjut.

BACA JUGA: Pria Juga Bisa Terserang HPV penyebab Kanker Serviks

Meski demikian, bukan berarti bila mengalami pendarahan dan keputihan otomatis disebabkan oleh kanker serviks. Namun, dibutuhkan biopsi untuk mengetahuinya secara pasti.

Dokter Primandono menambahkan, yang paling penting dari pengobatan kanker, terutama kanker serviks adalah deteksi dini. Karena semakin dini ditemukan semakin besar angka kesembuhan.

"Deteksi dini kanker serviks tentunya dengan mengenali kelainan atau gejala yang terjadi. Untuk memastikan tentunya harus dilakukan pemeriksaan seperti pap smear, kolposkopi, servikografi, dan yang terbaru tes DNA HPV," paparnya.

Dia pun menyarankan, agar para perempuan Indonesia tak malu untuk melakukan pemeriksaan rutin pada area intimnya. Sebab hal tersebut akan membantu deteksi dini pada kanker serviks.

"Perjalanan kanker servik didahului dengan tahap pra kanker, tahap pra kanker bisa diketahui melalui pemeriksaan rutin seperti pap smear, pengobatan pada tahap pra kanker memberi hasil yang sangat memuaskan, untuk itu lakukan pap smear secara rutin," tandasnya. (ngopibareng/jpnn)


Redaktur & Reporter : Natalia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler