Pentingnya Lagu Anak-Anak Bagi Leony Eks Trio Kwek Kwek

Selasa, 22 Agustus 2017 – 01:45 WIB
Leony eks Trio Kwek Kwek. Foto: Instagram

jpnn.com - Meski tak lagi tampil di depang panggung sebagai penyanyi, semangat Leony Vitria Hartanti menghidupkan kembali musik anak-anak tak pernah putus.

Setelah merilis lagu berjudul Save Lagu Anak bersama para mantan penyanyi cilik, eks personel Trio Kwek-Kwek itu menebar semangat kepada orang tua membiasakan anaknya belajar musik di Joe Matter School of Music (JMSM).

BACA JUGA: Hiks, Tina Toon Makin Prihatin

Leony-sapaan akrabnya, menebar benih save lagu anak-anak di acara JMSM 3rd Family Matter Day di Mezzanine Room, Cibis Nine Tower, Cilandak, Jakarta pada Minggu (20/8).

”Lagu anak itu penting. karena anak cepat belajar dengan lagu,” ujar Leony.

BACA JUGA: Ortu Jangan Bangga Anak Bisa Nyanyi Lagu Orang Dewasa

Leony memang prihatin dengan kondisi industri musik anak sekarang. Banyak media yang tak mendukung dan memberikan celah kepada musik anak. Padahal di eranya, beragam program anak muncul.

”Memang susahnya sekarang media tidak memberikan tempat bagi hiburan anak-anak. Kalau dulu semasa kecil, pagi-pagi kita sudah banyak acara anak-anak. Kita pulang sekolah nonton tv sudah ada pelajaran anak-anak semisal mengambar, itu sangat membantu. Sekarang pagi-pagi dahsyat, pulang sekolah inbox, akhirnya yang ditiru itu,” terangnya.

BACA JUGA: Dukung BCL, Bagian Intim Dena Rachman Malah Dibahas

Padahal, kata Leony, setiap lagu anak-anak memiliki dampak psikologis bagi tumbuh kembang mereka.

”Banyak sekali lagu-lagu yang mengimajinasi anak-anak, contoh ada lagu pemandangan. Kalau masyarakat kota yang belum bisa melihat pemandangan dari gunung. Mereka bisa berijaminasi dengan lagu itu. Ketimbang anak-anak melihat bang-bang. Mereka bisa apa, mereka hanya bisa bergoyang. Imajinasi tidak terlatih dari musikalitas tidak terlatih,” jelasnya.

Walaupun demikian, Leony tak menyalahkan media.”Jadi memang zamannya sudah berubah. Kita nggak bisa menyamakan, dan parenting pun sesuai zamannya berubah. Kita tidak bisa menyamakan,” jelasnya.

Saat ini, terang Leony, dibutuhkan kesadaran para orang tua memberikan hiburan yang positif bagi pertumbuhan anak-anak, khususnya dunia musik.

”Masih banyak tv kabel, dan streaming yang menurutnya saya mendukung dunia anak, jadi rajin-rajinlah memilih, karena youtube pun ada youtube kids,” sambungnya.

Yang pasti, musik harus diperkenalkan kepada semua anak. ”Tetapi nggak semua anak bisa menjadi penyanyi, mungkin mereka main piano, mungkin aktif di lukis, mungkin nyamanya di drum. Jadi musik harus diperkenalakan sejak dini walaupun nggak harus jadi penyanyi. Karena jiwa seni itu bahagia, ketimbang anak yang nggak punya jiwa seni,” tegasnya.

Direktur JMSM Joe Matindas mengatakan, sudah menjadi tradisi menghadirkan narasumber di JMSM Family Matter Day. Para narasumber tersebut akan menjadi pembicara di Coaching Matter.

”Mereka akan memberikan pengalaman-pengalamannya,” kata Joe.

Tak hanya penyanyi, JMSM Family Matter Day dihadiri psikolog anak Amanda dan Rahartati putri bungsu dari pencipta lagu Gundul-Gundul Pacul, RC Hardjasoebrata.

”Rahartati juga penerjemah komik Asterix yang sangat dikenal tahun 1980an dari bahasa Perancis ke IndonesSin beliau punya lagu ciptaan sendiri yang dikhususkan untuk anak-anak,” kata Joe.

Sedangkan Amanda, lanjut Joe, telah menjadi pembicara sejak JMSM Family Matter Day pertama. Diapun menjadi mentor tetap di JMSM setiap bulannya, membina guru-guru dan staff untuk mengenal lebih dalam berbagai karakter anak. (ash)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Rian DMasiv Ingin Buat Lagu Anak anak


Redaktur & Reporter : Adil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler