Penularan COVID-19 di Pabrik Unilever Bekasi Berasal dari...

Jumat, 10 Juli 2020 – 05:03 WIB
Ilustrasi Covid-19. Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, BANDUNG - Kasus penyebaran COVID-19 yang terjadi di pabrik Unilever Cikarang, Kabupaten Bekasi, bukan berasal dari kawasan industri tersebut, namun berasal dari tempat indekos karyawan.

"Terkait Unilever, memang hasil telusur dari Gugus Tugas bukan berasal dari kawasan industri tapi saat karyawannya di tempat kos. Paling sulit karena dengan OTG karyawannya saat masuk suhu tubuhnya normal, tapi membawa virus ini yang sulit dicegah, itu mungkin," kata Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Jawa Barat (Jabar) Rachmat Taufik Garsadi di Gedung Sate Kota Bandung, Kamis (9/7).

BACA JUGA: Sudah 36 Orang Karyawan Pabrik Unilever Terinfeksi Corona, jadi Klaster Baru

Dia mengatakan, terkait dengan penerapan protokol kesehatan untuk mencegah COVID-19 di kawasan industri pihaknya mengacu ke beberapa ketentuan baik yang dari pusat mulai dari edaran Kemendagri, Kemenkes, Kemenperin dan juga dari Kementerian Tenaga Kerja serta surat edaran dari surat Gubernur Jabar.

"Kami mengikuti kebijakan pusat, khususnya dari Kementrian Ketenegakerjaan dan surat edaran dari Pak Gubernur Jabar terkait protokol kesehatan di kawasan industri," ujarnya.

BACA JUGA: Rumah Kontrakan di Bogor Digerebek, 4 Orang Langsung Panik

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menginstruksikan para pelaku industri untuk melakukan pengetesan terhadap 10 persen dari total jumlah karyawan sebagai langkah antisipasi penyebaran atau penularan COVID-19 terkait kasus COVID-19 di pabrik Unilever Kabupaten Bekasi.

Akan tetapi, kata dia, hal tersebut malah memberatkan para pelaku industri yang saat ini tengah terpuruk akibat pandemi virus corona.

BACA JUGA: Mbak DA Beralasan Ingin Menemui Suami, di Tengah Jalan Butuh Duit, Terjadilah

"Dan memang laporan dari Apindo sangat berat sekali ada beberapa hal yang pertama dengan kondisi keuangan perusahaan yang cukup berat krena dampak COVID-19 ini yang kedua memang pada saat awal tidak di anggarkan," kata dia.

Ia meminta pengusaha dan pekerja bisa menaati terkait dengan penerapan protokol kesehatan pencegahan COVID-19 di kawasan industri dan hal ini sangat penting sekali karena tanpa kerja sama antara pengusaha dan pekerja, maka penerapan tersebut akan menjadi hal yang sulit dilakukan.

"Mulai kebersihan menggunakan masker dan sebagainya sehingga pada saat masuk ke lingkungan industri pun menerapkan apa yang dilakukan SOP-nya di masing-masing industri," kata dia. (antara/jpnn)

Kamu Sudah Menonton Video Terbaru Berikut ini?


Redaktur & Reporter : Rah Mahatma Sakti

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler