Penularan Virus Corona Bisa Melalui Asap Rokok?

Selasa, 14 April 2020 – 14:32 WIB
Ketua Umum PB IDI dr Daeng M. Faqih. Foto: ANTARA/Muhammad Zulfikar

jpnn.com, JAKARTA - Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) menyatakan belum ada penelitian secara spesifik yang membuktikan bahwa penularan virus Corona baru (COVID-19) dapat terjadi melalui perantara asap rokok yang diembuskan oleh orang terinfeksi virus tersebut.

"Penularan itu melalui droplet, lalu apakah dengan asap rokok tadi bisa menularkan? Belum ada penelitian," kata Ketua Umum PB IDI dr Daeng M. Faqih di Jakarta, Selasa (14/4).

BACA JUGA: 250 Kuburan Disiapkan untuk Jenazah Corona

Namun, kata dia, karena asap rokok tersebut masuk ke dalam saluran pernapasan atau tenggorokan, maka dikhawatirkan berpotensi menularkan kepada orang lain.

Meskipun hingga kini belum ada penelitian membuktikan bahwa asap rokok yang diembuskan oleh penderita COVID-19 itu mengandung virus, katanya, tetapi hal tersebut sangat dikhawatirkan.

BACA JUGA: 1 PDP Corona Meninggal, Jenis Kelamin Laki-laki, Masih Muda

Oleh sebab itu, kata dia, masyarakat diminta lebih berhati-hati.

"Karena menghisap rokok itu sampai ke dalam tenggorokan, sangat dikhawatirkan asap yang dikeluarkan mengandung virus," kata dia.

BACA JUGA: Pabrik Tetap Boleh Beroperasi Saat PSBB, dengan Syarat

Jika penderita COVID-19 merokok lalu mengeluarkan droplet atau percikan air liur, bersin, dan batuk, katanya, hal itu bisa menularkan virus kepada orang sekitarnya.

"Kalau sudah sifatnya percikan maka itu bisa menulari," ujarnya.

Daeng juga menjelaskan, perokok aktif akan lebih rentan terserang COVID-19 sebab di dalam saluran pernapasan manusia terdapat mekanisme untuk menangkap dan mengeluarkan semua kotoran, termasuk mikroorganisme yang masuk.

Ia mengatakan, perokok aktif mengakibatkan mekanisme di saluran pernapasan menjadi rusak sehingga lebih rentan terserang, sebab tidak bisa menyaring kotoran yang masuk, termasuk mikroorganisme.

"Jadi merokok itu merusak saluran pernapasan," katanya. (antara/jpnn)


Redaktur & Reporter : Rah Mahatma Sakti

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag
Virus corona   IDI   Covid-19   rokok  

Terpopuler