Penyaluran KUR Ditarget Rp 30 T

Realisasi Melesat 68,6 Persen

Rabu, 11 Januari 2012 – 16:14 WIB

jpnn.com - JAKARTA – Penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) sepanjang 2011 lalu mencatat hasil memuaskan. Dari target yang ditetapkan pemerintah tahun lalu sebesar Rp 20 triliun, ternyata realisasinya mencapai Rp 29 triliun. Angka ini melesat 68,6 persen ketimbang 2010 yang hanya sebesar Rp 17,2 triliun. Atas capaian itu, pada tahun ini, pemerintah pun memasang target penyaluran KUR mampu mencapai Rp 30 triliun. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan, jumlah keseluruhan nasabah KUR mencapai enam juta.

Ada lebih dari 600 ribu nasabah yang sudah mengalami peningkatan kelas menjadi komersial, yang sebelumnya nonbankable menjadi bankable. ”Dan pada 2012 diupayakan adanya peningkatan pembinaan agar nasabah semakin banyak yang naik kelas,” ujarnya di Jakarta, Selasa (10/1). Hatta menginginkan tahun ini akses KUR bagi masyarakat meningkat seperti, dengan menambah 13 Bank Pembangunan Daerah (BPD). Selama ini BPD rata-rata menggelontorkan kredit di atas Rp 20 juta kepada sektor retail.

Target KUR Rp 30 triliun itu akan dibagi ke beberapa bank pelaksana seperti BRI, BNI, Bank Mandiri, Bank Syariah Mandiri, BTN, Bukopin, dan BPD. Dari bank-bank itu, sebesar 50 persen tersebut diserap oleh BRI dan Hatta berharap bank itu memperluas cabangnya hingga ke daerah-daerah terpencil. ”Dari jumlah tersebut, 50 persen disalurkan oleh BRI sehingga kami meminta BRI untuk terus meningkatkan akses kepada masyarakat hingga ke pedesaan,” kata dia.

Tahun ini target penyaluran KUR BRI mencapai Rp 15 triliun, BNI Rp 4 triliun, Mandiri Rp 3,5 triliun, BTN Rp 950 miliar, Syariah Mandiri Rp 750 miliar, Bukopin Rp 350 miliar, dan 13 BPD sebesar Rp 5,45 triliun. Hatta menambahkan, pemerintah juga akan menambah perusahaan penjamin KUR di daerah. Jika tadinya hanya dilakukan PT Jamkrida dan PT Askrindo, maka saat ini asuransi di bawah kedua perusahaan tersebut juga disetujui untuk dapat memberikan jaminan.

Pemerintah telah menyiapkan dana Penyertaan Modal Negara (PMN) sebanyak Rp 2 triliun sebagai penjamin. Menurut Hatta, dengan dana yang ada itu, Jamkrida dan Askrido tidak kesulitan lagi lantaran klaim asuransi hanya sekitar empat persen dan kredit macet hanya 2,2 persen, sehingga dana Rp 2 triliun sudah lebih dari cukup. Tahun ini, lanjut Hatta, KUR akan didominasi pada sektor perdagangan sebesar 43,4 persen.

Sementera untuk sektor hulu seperti pertanian, perikanan, dan kehutanan mikro kredit sebesar 34 persen dan sektor pertanian 16,4 persen. Berdasarkan sebaran regional, penyaluran tertinggi KUR di antaranya Provinsi Jawa Timur sebesar Rp 9,8 triliun, Jawa Tengah Rp 9,2 triliun, dan Jawa Barat Rp 8,3 triliun. Sementara itu, jumlah KUR yang disalurkan kepada TKI hingga Desember 2012 mencapai Rp 2,6 miliar kepada 239 calon TKI dengan negara tujuan Brunei Darussalam, Malaysia, dan Hong Kong.

Adapun jumlah KUR yang disalurkan kepada TKI purna untuk pengembangan usaha mencapai Rp 8,7 miliar kepada 480 orang. Kabar gembira juga disampaikan Hatta. Ia menuturkan, pemerintah telah memutuskan untuk menurunkan suku bunga KUR tahun ini seperti suku bunga KUR mikro dari 22 persen menjadi 20 persen dan bunga KUR ritel dari 14 persen jadi 12 persen. (lum)


BACA ARTIKEL LAINNYA... Investasi Rp 4000 Triliun Hingga Tahun 2014

Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler