Penyaluran Sembako di Bekasi Dipastikan Tanpa Kendala

Kamis, 28 Mei 2020 – 15:40 WIB
Penyaluran bansos sembako di bekasi. Foto: Humas Kemensos

jpnn.com, BEKASI - Penyaluran Bansos sembako dari pemerintah melalui Kemensos ke sejumlah titik di kawasan Jabodetabek tanpa kendala.

Hal itu diakui, Ketua RW 011 Kelurahan Jakasampurna, Bekasi Barat, bernama Nurhadi. Ia mengaku menyisir satu per satu kediaman warganya selama proses penyaluran bansos.

BACA JUGA: Bansos Khusus dari Kemensos di DKI: Tahap 1 Beres, yang ke-2 Sedang Berjalan

"Tidak ada kendala, alhamdulillah, dari warga kami di 12 RT. Jadi, semua warga itu kita sisir satu per satu, sehingga warga kita, alhamdulillah, tidak ada keluhan dalam hal ini," kata Nurhadi dalam keterangannya, Kamis (28/5).

Menurut Nurhadi, hal itu terjadi lantaran adanya kerjasama yang baik antara Ketua RW dan para Ketua RT sehingga penyaluran Bansos presiden itu tepat sasaran.

BACA JUGA: Mensos: Kami Siap Diawasi Agar Penyaluran Bansos Tepat Sasaran

"Karena kami juga sebagai RW dan RT, sama-sama kami turun (ke lapangan). Untuk warga yang paling berhak, kami lebih dahulukan," terangnya.

Selain itu, komunikasi yang dibangun dengan warga di tiap-tiap RT setempat menjadi kunci penting berjalannya distribusi bansos tanpa hambatan sehingga warga terinfo dengan baik dan tidak perlu merasa dirugikan.

BACA JUGA: Arahan Pak Jokowi agar Penyaluran BLT Desa dan Bansos Lebih Cepat

"Kadang-kadang ada juga yang kami lihat rumahnya, kehidupannya agak lumayan, tapi dia dapat juga, namanya ada disitu, lantas kami tanya dan berikan pengertian agar bantuan yang seharusnya ia terima bisa dialihkan kepada warga lain yang jauh lebih membutuhkan," cerita Nurhadi.

Menurut kesaksian warga, Yulianingsih (37), seorang ibu rumah tangga, yang diantarkan jatah sembako ke rumahnya, mengaku sejak wabah Covid-19 melanda, perekonomian keluarganya lesunya. Namun ia bersyukur bantuan dari pemerintah bisa membantun perekonomian keluarganya.

"Suami kerja buruh, kadang bangunan gitu, proyek, jadi kuli bangunan, itu sih (sejak Covid-19) perekonomian keluarga agak terganggu gitu. Terima kasih sekali kepada Bapak Presiden, Bapak Menteri Sosial, saya merasa terbantu sekali dengan pemberian dari pemerintah ini," ungkapnya haru.

Hal serupa juga diungkap Siti Khodijah (33), istri dari seorang buruh antar perabot rumah tangga ini mengaku keberlangsungan hidup keluarganya terganggu akibat dampak pandemi Covid-19.

"Ngaruh banget sih, apalagi kan saya punya anak kecil ya, buat beli susu apa gitu, suka ngga kebeli. Ya, alhamdulillah, bersyukur banget ya, maksudnya bukan karena musibah kaya gini, tapi karena ada bantuan dari pemerintah jadi merasa terbantu gitu," kata dia.

Adapun Warsono (46), seorang warga RT 01 yang berprofesi sebagai penjual bubur berharap ia dapat segera berjualan kembali setelah aturan PSBB dilonggarkan.

"Saya jualan bubur, waktu itu semenjak jalanan pada ditutup itu udah ngga jualan lagi, terus ya ini Insya Allah mau mulai jualan lagi dah kalo udah ada kelonggaran gitu. Terima kasih ya kepada pemerintah, (bantuan) ini sangat membantu keluarga kami," tuturnya.

Diketahui, Kemensos menyalurkan bantuan sembako dari Presiden kepada 1,9 juta keluarga di Jabodetabek sebanyak enam kali per Kepala Keluarga (KK). Untuk wilayah Bodetabek, saat ini telah memasuki tahap ketiga.

Sebanyak 914 paket sembako tahap ketiga diterima RW 011 Kelurahan Jakasampurna, Bekasi Barat, Kota Bekasi. Masing-masing Ketua RT lantas berjibaku menyalurkan sejumlah paket sembako secara langsung ke rumah-rumah warga.(zil/jpnn)


Redaktur & Reporter : Djainab Natalia Saroh

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler