Penyandera Anak SD Ditembak di Kepala dan Dadanya

Kamis, 18 Desember 2014 – 08:17 WIB
Fuad Ahmad S (34), pria asal Lombok Barat, NTB, saat menyandera seorang murid SD di Gresik, Rabu (17/12). Foto: Chusnul/Jawa Pos/JPNN.com

GRESIK - Pelaku penyanderaan bocah SD itu akhirnya ditembak dan tersungkur di jalan beraspal. Berikut kronologi penyanderaan siswa SDN  Tlogopatut II Gresik itu.
 
PUKUL 07.00  Pelaku Fuad Ahmad S., 34, asal Lombok Barat, NTB, mengaku indekos di Mojokerto, mendatangi Makodim 0817 Gresik. Di pos penjagaan Fuad diterima anggota provos Serma Sugiono. Fuad mengaku dikejar orang dan diancam dibunuh karena punya utang taruhan judi Rp 2 juta di Mojokerto.
 
 07.30  Pelaku minta bertemu Dandim 0817 Gresik Letkol CZI Awang Pramila Loviantara. Serma Sugiono lalu meminta Fuad menunggu karena dia akan berkoordinasi terlebih dahulu. Sugiono belum selesai, Fuad ngeloyor keluar makodim dan menuju SDN Tlogopatut II Gresik yang berhadapan dengan makodim.
 
 07.30-08.50  Fuad terlihat celingukan di luar pagar sekolah. Kebetulan sekolah tersebut belum libur.
 
09.00  Pelaku melihat Zahriyani Putri Agustin alias Yani, 9, warga Jalan Dewi Sekardadu, Desa Ngargosari, Kec Kebomas, Kab Gresik, keluar kelas. Fuad langsung menerobos masuk halaman dan menyergap korban. Korban dibawa paksa keluar halaman sekolah sambil ditodong pisau dapur. Sejumlah orang tua siswa gaduh. Jalan RA Kartini, Gresik, macet beberapa saat. Petugas piket jaga makodim Pasi Intel Kapt Inf Moh. Nurul Qomar berusaha mendekati dan meminta Fuad masuk ke makodim. Pelaku yang masih menodong siswa itu pun mematuhi.
 
 09.10  Kapt Arh Suwanto (perwira seksi personel/pasi pers) mengaku sebagai Dandim 0817 Gresik (Letkol CZI Awang Pramila Loviantara) dan mendekati Fuad. Negosiasi kemudian dilakukan di ruang pasi pers kodim dan petugas jaga kodim melapor ke Polres Gresik.
 
 09.20  Sejumlah anggota polres bersenjata otomatis dan pistol tiba di makodim dengan dipimpin Wakapolres Gresik Kompol Alfian Nurrizal. Tapi, mereka hanya berjaga di luar kantor pasi pers.   
 
 09.45  Pelaku tidak meminta tebusan, tapi diantar pulang ke NTB naik kapal di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, dengan mobil disopiri Kapt Suwanto. Permintaan langsung disetujui Suwanto.
   
 10.50  Mobil patroli kodim bernopol 5844-V kemudian diparkir di depan kantor pasi pers. Fuad keluar dengan tetap menempelkan pisau dapur ke bagian dada korban Yani. Fuad dan    korban masuk mobil. Lalu giliran Suwanto masuk untuk mengemudikan mobil. Suwanto meminta Fuad menutupi wajah korban dengan tas cangklong cokelat miliknya. Mobil patroli membawa pelaku dan korban dengan tujuan Tanjung Perak menyusuri Jalan RA Kartini, lalu Jalan Veteran, Gresik.
 
Di depan masjid PT Barata Indonesia atau sekitar 100 meter dari simpang empat Segoromadu, traffic light (TL) menyala merah. Polisi dan anggota TNI menguntit dari jarak tidak lebih dari 20 meter. Semuanya menggunakan mobil pribadi karena Fuad tidak mau dikawal mobil aparat.
 
 11.05  Saat berhenti di TL tersebut, Suwanto mencoba merayu pelaku, tapi tidak berhasil. Suwanto lalu merebut pisau dapur dari tangan pelaku. Mereka berjibaku di dalam mobil. Anggota reskrim polres yang dipersenjatai pistol dan senjata otomatis merangsek membantu Suwanto. Polisi menyalakkan tembakan peringatan dua kali ke atas. Tapi, Fuad terus melawan sehingga ditembak bagian kepala dan dadanya hingga roboh dan tewas di jalan beraspal.  (JP)

(Data diolah dari berbagai sumber, baik dari Kodim 0817 Gresik maupun Polres Gresik)

BACA JUGA: Korban Penyanderaan Itu Anak yang Ceria

BACA ARTIKEL LAINNYA... Kenal di Facebook, Sebulan 78 Kali Berhubungan Badan


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler