Penyebab Riski Rahmat Punya Bobot 119 Saat Usianya 11 Tahun

Sabtu, 23 Juli 2016 – 09:22 WIB
Riski Rahmat Ramadan, 11, yang berbobot 119 kg, dirawat di Rumah Sakit Dr Mohammad Hoesin (RSMH) Palembang kemarin. FOTO: RWANSYAH/SUMATERA EKSPRES/JPG

jpnn.com - PALEMBANG - Selain Arya Permana, 10 yang disebut-sebut sebagai tergemuk di dunia asal Karawang, Jawa Barat, kini publik juga dihebohkan dengan Riski Rahmat Ramadan. Meski tak sebesar Arya, bocah 11 tahun asal Palembang Sumatera Selatan itu berbobot 119 kilogram. Bahkan kondisinya sempat kritis. 

Kini dia pun dirawat di ICU Rumah Sakit dr Mohammad Hoesin (RSMH), Palembang.

BACA JUGA: Efek Pokemon Go, Pak Kapolres Sampai Razia HP Bawahan

Apa yang membuat berat tubuh Riski jauh di atas anak normal seusianya? Ternyata, mirip dengan Arya Permana, Riski sering mengonsumsi makanan dan minuman minim gizi, khususnya makanan cepat saji. 

"Makannya memang banyak dan sering memesan sendiri jika ingin makan," ujar Edi Hartono, ayah Riski.

BACA JUGA: Geger! Wanita Tiba-tiba Melompat Dari Jembatan, Mati

Padahal, Riski lahir normal dengan bobot wajar, yakni 3,2 kilogram. Tapi, memasuki kelas IV SD, tubuhnya membesar dan bobotnya mencapai 40 kg. Pada kelas V, bobotnya menjadi 75 kg. Tahun lalu naik lagi sampai 90 kg dan sekarang 120 kg. Artinya, dalam tempo dua tahun, bobot Riski naik tiga kali lipat atau 80 kg.

Dengan bobot jauh di atas batas normal tersebut, Riski mulai kesulitan beraktivitas. Andika Prima, salah seorang teman Riski di SDN 43 Palembang, mengungkapkan bahwa Riski jadi susah berjalan dan cepat capek. 

BACA JUGA: Bocah Obesitas Riski Rahmat Sempat Kritis, Ini Penjelasan Dokter

"Bahkan, kalau jam istirahat, Riski jarang ke luar. Kalau mau makan, dia minta tolong dibelikan kawan-kawan, biasanya bakso dua mangkuk sekaligus," ungkap Andika yang selalu sekelas dengan Riski sejak kelas II.

Masuk pada hari pertama sekolah 18 Juli lalu, Riski yang masuk kelas VI kelelahan menaiki tangga menuju kelasnya yang ada di lantai 2 sekolah itu. "Baru empat tangga, dia kecapekan. Jadi dibantu guru ke kelas," imbuh Andika.

Akhirnya Riski masuk RSMH pada Selasa (19/7) karena sudah tak lagi dapat menahan berat badannya. Ketika masuk RSMH, berat badan Riski 120 kg. Ada 24 ahli, baik medis maupun nonmedis, yang khusus menangani Riski. 

Serangkaian pemeriksaan dijalani, mulai kondisi tubuh, gizi, hingga penyakit atau potensi komplikasi yang bisa saja terjadi. Hasilnya, tiga hari dirawat, bobot Riski turun 1 kg atau menjadi 119 kg. 

Tim RSMH memang tak langsung menerapkan program diet kepada Riski. Melainkan mengatur pola makanan. Itu tidak jauh beda dengan jam dan kebiasaan makan Riski selama ini. Dalam sehari, dia makan nasi tiga kali dan makan camilan dua kali. 

"Tugas kami mengatur kalorinya. Dia biasa makan dengan kandungan 4.500 kalori. Kami mengatur di bawah itu." (qiw/fad/JPG/c10/kim) 

BACA ARTIKEL LAINNYA... Seperti Arya Permana, Riski Rahmat juga Alami Obesitas Parah


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler