Penyelundupan 25 Kg Bahan Baku Bom Berhasil Digagalkan

Kamis, 21 April 2016 – 06:05 WIB
Kakanwil DJBC Kepri Parjiya (tenbgah), Kapolda Kepri Brigjen Sam Budigusdian, Plt Gubernur Kepri Nurdin Basirun, Bupati Karimun Aunur Rafiq, dan Kapolres Karimun Kompol I Made, saat ekspose penangkapan bahan peledak Amonium Nitrat, Rabu (20/4/2016). Foto: istimewa/DJBC Karimun

jpnn.com - BATAM - Bea dan Cukai (DJBC) Khusus Kepri berhasil mengagalkan penyelundupan bahan peledak jenis ammonium nitrat dari Malaysia tujuan Sulawesi di perairan Berakit, Sabtu (16/4) pukul 23.00 WIB.

“Amonium nitratnya dikemas dalam 2.050 Bag atau sekitar 25 Kilogram. Kapalnya sudah kita amankan,” ujar Kepala Kantor Bea dan Cukai Khusus Kepri, Parjiya, seperti dikutip dari batampos.co.id (Jawa Pos Group), Rabu (20/4).

BACA JUGA: Dulu, Sapi Babi Anjing Bisa Masuk Runway Bandara, Sekarang?

Parjiya mengatakan ammonium nitrate itu diangkut menggunakan kapal motor (KM) Harapan Kita dengan nomor lambung B.29 No.769. Ada enam anak buah kapal (ABK) dalam kapal tersebut.

Parjiya mengatakan ammonium nitrate tersebut diangkut menggunakan kapal motor (KM) Harapan Kita dengan nomor lambung B.29 No.769. Ada enam anak buah kapal (ABK) dalam kapal tersebut.

BACA JUGA: Benda Dibungkus Plastik Hitam itu Mencurigakan..

Ia mengatakan, bahan peledak itu diangkut dari Pelabuhan Pasir Gudang, Malaysia.

Parjiya mengungkapkan, untuk membuat sebuah bom berdaya ledak tinggi, cukup dengan 20-30 gram amonium nitrat. Jika menggunakan bahan seberat 25 kg, maka daya ledaknya bisa dipastikan bisa lebih dahsyat.

BACA JUGA: Buset! Tiket Kereta Api Mudik Ludes

“Makanya kami amankan,” ujar Parjiya. (bp/nur/ray/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... BP3TKI Palembang Gelar Edukasi Kewirausahaan


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler