Penyesuaian Harga BBM Momentum Alihkan APBN dan Maksimalkan EBT

Sabtu, 03 September 2022 – 12:57 WIB
Pengamat isu strategis Prof Imron Caton menyebut penyesuaian harga BBM bisa alihkan APBN dan maksimalkan EBT. Foto: arsip JPNN.com/Ricardo

jpnn.com, JAKARTA - Penyesuaian harga BBM subsidi yang akan dilakukan oleh Pemerintah merupakan sebuah momentum terbaik untuk mengalihkan APBN dan memaksimalkan pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT). 

Pengamat Isu-Isu Strategis Prof Imron Cotan menyatakan selama ini terdapat sekitar 20 persen APBN yang terkunci untuk pemberian subsidi yang tidak sehat karena tak tepat sasaran. 

BACA JUGA: Siap-siap, Jokowi akan Putuskan Harga BBM, Naik atau Tidak?

“Kurang lebih 20 persen dari APBN kita itu terkunci untuk subsidi, dan itu tidak sehat karena yang selama ini terjadi tidak tepat sasaran,” ujar dia kepada wartawan di Jakarta, Sabtu (3/9).

Oleh karena itu, harus segera dilakukan penajaman subsidi agar APBN tidak tertekan. Imron menambahkan bahwa jika hal tersebut tidak segera dilakukan justru kecukupan anggaran akan habis di September ini. 

BACA JUGA: Pengamat Sebut Subsidi BBM Ciptakan Gap Si Kaya dan Miskin

“Ini penajaman penggunaan subsidi sehingga APBN tidak tertekan, yang mana sekarang ada Rp 502 triliun, sudah disisihkan dan September ini akan habis. Kalau diteruskan di September, kita harus tambah lagi Rp 198 triliun,” kata Imron.

Bukan hanya itu, sejatinya penggunaan minyak dengan berbahan fosil di lain sisi juga memiliki banyak dampak buruk. 

BACA JUGA: Minyak Dunia Turun, Tolong Harga BBM Subsidi Jangan Dipaksa Naik

Pria yang pernah menjabat sebagai salah satu Duta Besar Indonesia tersebut menambahkan bahwa grafik harga minyak dunia sendiri terus mengalami peningkatan sejak 50 tahun terakhir. 

Di sisi lain, keberadaan akan energi berbahan fosil sangatlah terbatas jika terus menerus dieksploitasi dan mampu memproduksi karbondioksida yang meracuni. 

Dirinya memaparkan Pemerintah RI memiliki target supaya bisa melakukan 30 persen reduksi emisi karbon untuk menciptakan lingkungan yang lebih sehat. 

Sementara, hal tersebut akan sulit dicapai apabila APBN terus terkunci hanya untuk memberikan subsidi BBM. 

“Oleh karena itu momentum strategis ini harus dimanfaatkan untuk mengalihkan atau setidak-tidaknya membaurkannya dengan energi terbarukan, menuju pada secara total menggunakan energi baru dan terbarukan,” tutur Imron. 

Menurutnya Indonesia sendiri sangat memiliki potensi pemanfaatan EBT melimpah sehingga memang sudah saatnya efisiensi APBN dilakukan dengan memberlakukan penyesuaian harga BBM

“Indonesia bisa sekali, karena tenaga listrik, air ada, surya melimpah sepanjang tahun, kita manfaatkan momentum ini untuk mempersiapkan SDM juga,” kata dia.

Imron juga mengaku bahwa upaya penyesuaian harga BBM bersubsidi dilakukan demi bisa menghadirkan keadilan di tengah-tengah masyarakat. 

Sehingga sudah sepatutnya rakyat memberikan apresiasi akan kebijakan tersebut dan mendukung sepenuhnya. 

“Jadi, mari tunjukkan kesatuan dan persatuan bangsa karena tujuan dari pemerintah itu menghadirkan keadilan di tengah-tengah masyarakat, subsidi itu tidak lagi semata-mata pada komoditas, tetapi kepada masyarakat yang membutuhkan,” pungkasnya. (cuy/jpnn)

Jangan Sampai Ketinggalan Video Pilihan Redaksi ini:

BACA ARTIKEL LAINNYA... Andi Akmal Minta Solusi Tepat untuk Petani Sawit dengan Percepatan Penggunaan BBM Dicampur CPO


Redaktur & Reporter : Elfany Kurniawan

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler