Perahu Tenggelam di Larantuka Disebabkan Kelebihan Penumpang

Sabtu, 19 April 2014 – 20:30 WIB
Bupati Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) Yosep Lagadoni Herin memastikan perahu tenggelam di Larantuka disebabkan kelebihan penumpang. Getty Images

jpnn.com - LARANTUKA - Bupati Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) Yosep Lagadoni Herin memastikan penyebab tenggelamnya perahu motor Bhakti NB 74 di Selat Gonzalo antara Pulau Flores dan Pulau Adonara, Jumat (18/4). Menurutnya, selain karena gelombang air laut yang tinggi, perahu motor tersebut juga kelebihan penumpang.

Wartawan Timor Expres (Group JPNN.com), Silverius Koten dari Larantuka melaporkan dalam keterangan persnya, Sabtu (19/4), Yosep menjelaskan bahwa perahu yang seharusnya memuat sampai 20 orang itu dipaksa memuat 92 penumpang.

BACA JUGA: Mau Menyeberang ke Bali, Antre Satu Jam

"Saat kejadian gelombang air laut memang tinggi. Perahu juga kelebihan muatan," kata Yosep kepada wartawan di Larantuka.

Dari insiden itu, tujuh penumpang dinyatakan tewas. Empat orang lainnya masih dalam pencarian oleh tim Basarnas. Mereka yang ditemukan tewas adalah Andreas Temolo Kleden, 2; Merlina Wangge, 32; Maria Nogo Werang, 36; suster Epifani CIJ; Dede Badin, 9; dan Ludofikus Tukan alias Ludi Pedro, 25. Seorang korban lagi bernama Adolius Tua Doken, 36, warga Lewotukan, Kabupaten Lembata.

BACA JUGA: Belanja Pegawai Capai Rp 900 M, Kesulitan Terima CPNS Umum

Sedangkan empat korban yang dinyatakan hilang masing-masing Satria Token, Joe Werang, dan Fian Bethan dan Donata alias Dela Wain.

Sementara di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Larantuka dilaporkan 33 orang masih dirawat intensif dengan status rawat inap. 23 penumpang lainnya berstatus rawat jalan. Selebihnya, korban yang selamat sebagian langsung pulang ke rumahnya masing-masing sesaat setelah kejadian. (awa/jpnn)

BACA JUGA: Polisi Menyebar, Geng Motor Menghilang

BACA ARTIKEL LAINNYA... Pencarian 4 Korban Perahu Tenggelam di Larantuka Sampai Senin


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler