Perampok Bertopeng Ubrak-Abrik Minimarket, Uang Rp 630 Juta di ATM Dibawa Kabur

Selasa, 17 September 2019 – 04:52 WIB
Mesin ATM Mandiri di dalam Indomaret Jalan Raya PCI, Kelurahan Harjatani, Kecamatan Kramatwatu, Kabupaten Serang, dirusak oleh pelaku. Foto: Banten Raya

jpnn.com, SERANG - Kawanan perampok membongkar brankas di mesin ATM Mandiri, di Jalan Raya Pondok Cilegon Indah (PCI) Blok D 2A, Nomor 5-6, Kelurahan Harjatani, Kecamatan Kramatwatu, Kabupaten Serang, Banten.

Pelaku yang diduga berjumlah dua orang dan memakai topeng membongkar brankas menggunakan las listrik dan berhasil membawa kabur Rp 630 juta.

BACA JUGA: Semalam, Dua Minimarket Dirampok

Kepala Toko Indomaret PCI Suhendi (27) mengatakan, pembobolan ATM di dalam toko tersebut diketahui oleh anak buahnya Lestianingsih (20) dan petugas sekuriti vendor ATM Mandiri sekitar pukul 06.30 WIB saat membuka toko.

"Awalnya ada petugas dari ATM Mandiri sudah di depan toko. Kemudian karyawan sini datang, langsung mengecek ke dalam, mesin ATM sudah rusak dibongkar," kata Suhendi, Minggu (15/9).

BACA JUGA: Waspada ! Perampok Sudah Satroni Tiga Minimarket Berturut - turut

Menurut Suhendi, dari hasil pemeriksaan dan jejak kejahatan, pelaku diduga masuk melalui samping kiri toko, dengan cara naik ke atas dengan menggunakan tangga. Pelaku membekali diri dengan membawa alat las.

"Alat lasnya di tinggal di sini mungkin karena kesiangan jadi enggak diberesin sama mereka. Pelaku masuk dari rumah kosong pakai tangga, dan membobol atap," ujarnya.

Lebih lanjut Suhendi mengungkapkan, berdasarkan hasil rekaman closed circuit television (CCTV) dari tokonya, pelaku yang jumlahnya sekitar dua orang dengan menggunakan penutup muka, masuk ke dalam toko pada Jumat (13/6) malam sekitar pukul 23.00. "CCTV enggak ada yang dirusak. Kalau dari rekaman cuma dua orang semuanya pakai topeng," ungkapnya.

Setelah berhasil membongkar mesin ATM Mandiri, pelaku juga membongkar empat kotak berisi uang sekitar Rp 630 juta. Setelah itu, keduanya menguras isi toko dengan mengambil sejumlah makanan, minuman dan rokok. Pelaku meninggalkan lokasi sekitar pukul 03.45 WIB. "Ada juga barang yang hilang, makanan, minuman dan rokok. Nilainya sekitar Rp 9 jutaan," katanya.

Suhendi menambahkan di dalam toko kedua pelaku meninggalkan barang bukti, 1 tabung gas las berwarna putih, 1 tabung gas elpiji ukuran 3 kilogram, selang las berikut mata las, linggis, pisau, obeng, kunci inggris, gunting, gunting pemotong kawat dan 4 buah boks penyimpanan uang mesin atm.

"Mungkin karena kesiangan semuanya ditinggalkan. Rekaman CCTV juga sudah kami serahkan ke kepolisian," tambahnya.

Sementara itu, Kapolsek Kramatwatu AKP Raden Mohammad Sofian membenarkan adanya kasus pembobolan mesin ATM dengan menggunakan alat las. Pelaku diduga berjumlah lebih dari 1 orang, dan pihaknya masih melakukan pendalaman.

"Iya kami yang tangani (Polsek Kramatawatu), kerugian Rp 630 juta. CCTV belum kami liat. Barang bukti alat las dan beberapa alat lainnya yang ditinggal pelaku di dalam toko. Hingga saat ini sudah dua orang yang kita periksa (petugas ATM dan toko)," kata Sofian. (darjat)


Redaktur & Reporter : Rah Mahatma Sakti

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler