JPNN.com

Perampokan Sadis di Kampar, Wanita Tewas, Uang Rp 40 Juta dan Perhiasan Raib  

Minggu, 23 Februari 2025 – 19:01 WIB
Perampokan Sadis di Kampar, Wanita Tewas, Uang Rp 40 Juta dan Perhiasan Raib   - JPNN.com
Warga mendatangi lokasi perampokan yang menewaskan korban di Kampar. Foto:Polres Kampar.

jpnn.com, KAMPAR - Perampokan berujung pada pembunuhan korban terjadi di Dusun Kampung Lintang, Desa Tambang, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, Riau pada Minggu, 23 Februari 2025.

Insiden itu terjadi sekitar pukul 10.30 WIB, di mana korban bernama Lisma Donna Riasta (43), ditemukan tewas dengan luka di kepala di dapur rumahnya.

BACA JUGA: Polda Riau Sikat Penjahat Lingkungan, Selamatkan Rp 221 Miliar Kerugian Negara

Kapolres Kampar AKBP Ronald Sumaja mengatakan aksi perampokan pertama kali diketahui oleh saksi bernama Ida Sri Hartati yang menerima telepon dari Asri.

“Saat itu saksi meminta untuk memeriksa keadaan korban karena panggilan teleponnya tidak dijawab,” kata Ronald saat dikonfirmasi JPNN.com Minggu malam.

BACA JUGA: Marak Balap Liar di Pekanbaru, 23 Kendaraan Diamankan

Kemudian Ida bersama Rani (17), anak korban, dan Derti segera menuju rumah Lisna.

Setelah memanggil dan menelepon tanpa respons, Rani menemukan pintu belakang rumah dalam keadaan terbuka.

BACA JUGA: Omongan Kapolri Listyo Diungkit setelah Band Sukatani Didatangi Polisi

“Mereka masuk melalui pintu tersebut dan menemukan korban tergeletak di dapur dengan luka di kepala dan dua tabung gas LPG 3 kg di sekitarnya,” lanjut Ronald.

Lisma segera dilarikan ke Aulia Hospital, namun nyawanya tidak tertolong.

Jenazah kemudian dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk dilakukan autopsi guna mengetahui penyebab pasti kematian.

“Di dalam rumah korban didapati sebuah tas hitam milik korban yang berisi uang tunai sekitar Rp 40 juta serta dua cincin emas hilang,” beber Ronald.

Selain itu, terdapat bekas congkelan pada pintu rumah, mengindikasikan adanya upaya paksa dari perampok untuk masuk.

Melihat kondisi itu, personel Polres Kampar langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi.

“Penyelidikan lebih lanjut sedang dilakukan untuk mengungkap pelaku dan motif di balik peristiwa tragis ini,” tutur Ronald. (mcr36/jpnn)


Redaktur : M. Fathra Nazrul Islam
Reporter : Rizki Ganda Marito

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler