Perbankan Bersaing Tawarkan KPR untuk Generasi Milenial

Rabu, 28 November 2018 – 01:51 WIB
Ilustrasi Bank Mandiri. Foto: Beky Subechi/Jawa Pos/JPNN

jpnn.com, BALIKPAPAN - Sejumlah perbankan di Kalimantan Timur mulai menyiapkan skema pembiaayan kredit pemilikan rumah (KPR) untuk generasi milenial.

Vice President Jaringan dan Layanan BNI Kantor Wilayah Banjarmasin Anton Prasetyo mengatakan, segmen milenial belum tergarap dengan baik untuk KPR properti.

BACA JUGA: Paramount Land Gaet Generasi Milenial via Promo Bang! 345

Menurut dia, generasi milenial belum menjadikan investasi properti sebagai pilihan utama.

“Mereka cenderung lebih dulu membeli kendaraan roda empat atau berlibur,” ucap Anton, Senin (26/11).

BACA JUGA: Nabung untuk KPR Makin Gampang via Aplikasi Ceria

Selain itu, masalah yang ditemui biasanya soal uang muka dan cicilan yang dibebankan.

Meski demikian, saat ini banyak perbankan yang mulai menyusun skema cicilan untuk kaum milenial ini.

BACA JUGA: Jangan Sampai Generasi Milenial Dikendalikan Media Sosial

“Saat ini kami juga telah menyiapkan pembiayaan untuk kaum milenial. Di pusat, pertengahan tahun ini sudah diluncurkan. Namun, untuk daerah atau di Kaltim belum diperkenalkan,” kata Anton.

Bank Mandiri pun tidak mau ketinggalan. Bank pelat merah itu juga menerapkan program khusus bagi karyawan berstatus pegawai tetap minimal satu tahun (termasuk masa pegawai kontrak) yang telah menyalurkan payroll/gaji di Bank Mandiri dan berusia 21 sampai 45 tahun saat pengajuan kredit.

Mereka memberi benefit berupa limit kredit lebih besar, angsuran ringan secara berjenjang selama lima tahun pertama, dan suku bunga kompetitif selama jangka waktu kredit.

Terdapat lima pilihan tenor kredit, yaitu 10, 15, 20, 25, dan 30 tahun.

Maksimal angsuran terhadap penghasilan hingga 50 persen dari penghasilan bulanan.

Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Balikpapan (Uniba) Didik Hadiyatno mengatakan, jika berlaku uang muka nol persen, cicilan per bulannya biasanya lebih besar.

Sementara itu, perbankan enggan menerapkan tenor lebih panjang. Menurut dia, kebijakan ini berpotensi meningkatkan non-performing loan (NPL) properti.

“Skema cicilan untuk milenial ini memang bagus. Namun, melihat pola hidup mereka sekarang bahaya bagi perbankan. Adanya mereka kesulitan mencicil,” ujar Didik. (aji/ndu/k15)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Generasi Milenial Jangan Golput ya


Redaktur & Reporter : Ragil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler