Perbincangan di Rest Area Bikin Sandiaga Uno Yakin Ekonomi Lokal Bakal Bangkit

Jumat, 07 Agustus 2020 – 21:59 WIB
Sandiaga Uno berbincang dengan warga saat mampir di rest area jalan tol Jakarta-Merak. Foto: dok pribadi for JPNN

jpnn.com, JAKARTA - Perjalanan Sandiaga Uno bersama istri, Nur Asia dan putra semata wayangnya, Sulaiman Saladdin Uno menuju Pantai Tanjung Lesung, Pandeglang, Banten pada Kamis (6/8) siang diwarnai kisah inspiratif.

Momen tersebut terekam sesaat dirinya berhenti sejenak di sebuah rest area melintasi Jalan Tol Jakarta-Merak.

BACA JUGA: Sandiaga Uno Menunggu Jurus Jitu Pemerintah Hindari Resesi

Dirinya yang hendak beristirahat dan menikmati cerahnya mentari bertemu dengan sejumlah warga yang turut beristirahat.

Sembari menikmati segelas susu jahe yang dipadukannya dengan pisang goreng tanduk, satu per satu warga mulai mendatanginya.

BACA JUGA: Sandiaga Uno Desak Pemerintah Segera Selamatkan UMKM

Mereka meminta Sandi untuk berfoto bersama sekaligus berbincang dengannya.

Seperti halnya seorang perempuan berjilbab yang berasal dari Lampung Timur, Lampung.

BACA JUGA: Sandiaga Uno: Usaha di Indonesia dalam Survival Mode

Perempuan itu mengaku hendak menuju Yogyakarta untuk berlibur bersama keluarganya.

Dalam kesempatan tersebut, Sandi mengingatkan kepada mereka agar tidak lupa membawa hand saniteser dan mengenakan masker.

Tujuannya untuk mencegah penularan virus corona.

"Insya Allah pak, kita bawa (handsanitizer) dan pakai masker," ungkap perempuan itu sumringah.

Begitu juga dengan seorang bapak yang diketahui berasal dari Dili, Timor leste.

Bapak itu bersama keluarganya hendak pulang menuju Kota Serang, Banten.

"Saya asal dari Timor Leste, tapi sudah kewarganegaraan Indonesia," ungkap sang bapak.

"Oh Timor Leste?," balas Sandi.

"Saya ada banyak sekali saudara-saudara di Timor Leste," tambahnya.

Percakapan mereka pun berlanjut.

Sandi pun menanyakan sudah berapa lama tidak pulang ke Timor Leste.

"Masih suka pulang ke Dili?," tanya Sandi.

"Tahun 2010, sudah tidak pulang," jawab sang bapak.

"Tinggalnya sekarang? di Serang?," tanya Sandi dibalas sang Bapak tinggal di Cibinong, Bogor, Jawa Barat.

"Saya ada sepupu yang nikah sama warga Timor Leste, jadi banyak saudara-saudara juga di sana," balas Sandi.

Menyusul sang bapak, terdapat seorang pria yang juga memintanya untuk berfoto bersama.

Sang pria itu mengungkapkan kabar baik mengenai Kota Lampung saat ini.

"Lampung masuk dalam kategori aman bapak," ungkap sang pria.

"Hijau ya?," tanya Sandi.

"Alhamdulillah bapak," balasnya.

Sang pria pun mengungkapkan Wali Kota Lampung Herman Hasanusi telah menerbitkan kebijakan baik terkait status aman Kota Lampung.

Pemerintah Kota lampung katanya akan menyelenggarakan belajar mengajar tatap muka pada tanggal 31 Agustus 2020 mendatang.

"Kalau dari Wali Kota Lampung Herman HN per tanggal 30 Agustus SD-SMP-SMA buka," ungkap sang pria.

"Oh udah buka ya?," balas Sandi dibalas sang pria dengan anggukan kepala.

"Salam untuk saudara-saudara, jaga kesehatan semuanya," ujar Sandi sembari meneguk susu jahenya.

"Siap-siap, ammiinn-ammiin, terima kasih," balas pria itu tersenyum.

Walau kondisi rest area dinilainya sangat sepi, keberadaan masyarakat yang singgah dan beristirahat menurutnya menjadi secercah harapan atas membaiknya kondisi ekonomi bangsa.

Kondisi yang diakui pemilik warung tempat dirinya beristirahat.

Perempuan berjilbab itu mengaku kondisi usaha kini mulai membaik.

Walaupun masih terbilang sepi, sang penjual mengaku bersyukur karena kini sudah mulai banyak pembeli.

Sebab dibandingkan dengan sebelum new normal, lebih parah lagi karena tidak ada pembeli sama sekali.

"Alhamdulillah sudah baik, tapi masih agak sepi," ungkap perempuan berjilbab.

"Kemarin nggak ada pembeli sama sekali, sekarang bagaimana kondisinya?," tanya Sandi.

"Alhamdulillah ya," tambah Sandi.

Kondisi tersebut diungkapkan Sandi menjadi bukti mulai membaiknya ekonomi bangsa.

Dirinya pun mengajak masyarakat untuk kembali menggeliatkan ekonomi masyarakat di tengah segala keterbatasan imbas pandemi covid-19.

"Yuk saatnya kita bangkitkan lagi usaha-usaha masyarakat, ciptakan kembali peluang usaha dan lapangan kerja di tengah beban biaya hidup yang bukannya turun tapi malah meningkat," ungkapnya. (dil/jpnn)


Redaktur & Reporter : Adil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler