Perempuan Buang Bayi Kembar ke Tempat Sampah, Pengakuannya Mengejutkan!

Kamis, 19 Maret 2020 – 13:53 WIB
Kapolres Kotim AKBP Mohammad Rommel memantau pemeriksaan terhadap tersangka (rambut dikuncir) pembuang bayi kembarnya dan seorang saksi (bukan suami tersangka), Rabu (18/3/2020) malam. Foto: ANTARA/Norjani

jpnn.com, SAMPIT - Polisi berhasil menangkap perempuan inisial NR (25) yang tega membuang bayi kembarnya, dengan cara memasukkannya ke dalam kardus, ke tempat pembuangan sampah di Jalan Muchran Ali, Kelurahan Baamang Hulu, Baamang Sampit, Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah.

Tidak sampai 24 jam sejak bayi kembar ditemukan warga pada Selasa (17/3) malam, Polres Kotawaringin Timur, menangkap NR yang merupakan ibu kandung kedua bayi itu.

BACA JUGA: Bayi Kembar Dibuang di Tempat Pembuangan Sampah, Heboh!

"Tersangka mengaku melakukan itu lantaran takut dimarahi suaminya karena sebelumnya sang suami sudah mewanti-wanti tidak ingin punya anak lagi," kata Kepala Polres Kotawaringin Timur, AKBP Mohammad Rommel, di Sampit, Kamis (19/3).

NR ditangkap di di rumah kerabatnya di Jalan Samekto, Kelurahan Baamang Hulu, Kecamatan Baamang, Rabu sekitar pukul Rabu malam (18/3) sekitar pukul 21.00 WIB. Lokasinya tidak jauh dari dia membuang kedua bayi kembarnya di Jalan Muchran Ali, depan Depo Pertamina.

BACA JUGA: Wanita Penculik Bayi Ini Akhirnya Ditangkap di Atas Kapal

Rommel bersama Kepala Satuan Reserse Kriminal, AKP Ahmad Budi Martono, dan Kepala Polsek Baamang, Inspektur Polisi Satu Paramita Harumi, langsung datang ke lokasi. Awalnya NR tidak mengakui perbuatannya dengan berbagai dalih.

Setelah polisi memanggil bidan untuk memeriksa kondisinya, perempuan yang sudah mempunyai dua anak yakni laki-laki dan perempuan ini akhirnya mengakui bayi laki-laki kembar itu adalah bayi yang dilahirkannya, kemudian dibuangnya dalam kardus bekas di tempat pembuangan sampah.

BACA JUGA: Pemerintah Berencana Pakai Jasa Ojek Online, Gojek dan Grab Siap-siap ya

Selama ini NR tidak mengakui sedang hamil. Kepada sang suami, dia mengatakan badannya memang sedang gemuk karena berat badannya bertambah.

Saat dia melahirkan bayi kembar laki-laki itu kebetulan suaminya sudah berangkat ke Palangka Raya. Ia melahirkan bayi itu sendiri tanpa bantuan bidan pada Selasa dini hari (17/3).

Usai melahirkan, dia sempat beberapa kali menyusui kedua bay laki-laki yang baru dilahirkannya itu. Ia mengaku sangat takut dimarahi suaminya karena melahirkan lagi sehingga dia berpikir membuang bayi kembar itu. Niat itu akhirnya dilaksanakannya pada Selasa (17/3) sekitar pukul 21.30 WIB.

Usai membuang bayinya, NR berdiam diri di rumah. Ia mengaku memang berharap ada orang menemukan dan merawat anak ketiga dan keempatnya itu.

Bayi kembar NR ditemukan warga yang melintas dan mendengar suara tangisan. Kedua bayi laki-laki malang itu kemudian dibawa ke RSUD dr Murjani Sampit untuk dirawat secara intensif.

"Kasus ini masih kami dalami. Sejauh ini dia mengaku membuang bayinya karena takut dimarahi suaminya. Tersangka akan dijerat dengan Pasal 305 atau 308 KUHP. Iia masih diperiksa penyidik, sekaligus bersama sejumlah saksi," kata Rommel.

Kondisi kedua bayi itu dalam keadaan sehat. Bayi kembar itu masih dirawat secara intensif di RSUD dr Murjani Sampit hingga kondisinya membaik.

Setelah berita penemuan bayi tersebar, banyak warga yang berniat mengadopsi bayi laki-laki kembar itu. Bahkan ada yang berasal dari luar daerah seperti Palangka Raya. Saat ini proses hukum masih berjalan. (antara/jpnn)


Redaktur & Reporter : Soetomo

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler