Perempuan dan Anak Harus Dilindungi di Pengungsian

Rabu, 22 Januari 2020 – 06:06 WIB
Tim dan jajaran Kementerian PPPA menghibur anak-anak korban banjir di Lebak, Banten. Foto: Humas Kemen PPPA

jpnn.com, LEBAK - Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) terus menggelar kegiatan pemberdayaan ekonomi perempuan dan perlindungan anak di tempat pengungsian korban bajir di Lebak, Provinsi Banten.

Ini sesuai dengan instruksi Menteri PPPA Bintang Puspayoga yang meminta jajarannya memprioritaskan kaum perempuan dan anak di tempat pengungsian.

BACA JUGA: Salahkan Orang Tua jika Anak Kecanduan Gadget

"Menteri Bintang mengamanahkan kami untuk memastikan hak dan kebutuhan perempuan dan anak korban banjir bandang dan tanah longsor di wilayah ini terpenuhi, termasuk melakukan kegiatan pemberdayaan perempuan. Oleh karena itu, setelah Pos Ramah Perempuan dan Anak (PRPA) di Lebak diresmikan Menteri Bintang, hari ini kami mengadakan pelatihan memasak karena melihat potensi para perempuan di pengungsian sangatlah besar, terutama dalam membuat jajanan pasar. Harapannya, ketika sudah kembali ke tempat tinggalnya, mereka memiliki bekal untuk memproduksi dan menjual jajanan pasar agar dapat mandiri dan ikut menopang ekonomi keluarga,” tutur Deputi Kesetaraan Gender Kemen PPPA, Agustina Erni.

Sebelumnya, Menteri Bintang juga tak henti – hentinya mengapresiasi semua pihak yang telah berperan dalam koordinasi penanganan bencana banjir, termasuk kementerian/lembaga seperti Kementerian Sosial dan Kementerian Kesehatan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Banten, dan Jawa Barat yang telah mendahulukan kelompok rentan seperti anak, perempuan, dan lansia.

BACA JUGA: Profil Bintang Puspayoga: Kejutan, Ketua Wanita Hindu Dharma Indonesia Diangkat jadi Menteri PPPA

Pelatihan memasak yang diadakan di Dodiklatpur III Rindam Siliwangi, Kab. Lebak, Banten sejak 21 – 24 Januari 2020 merupakan hasil kerja sama antara Kemen PPPA dengan APJI (Asosiasi Perusahaan Jasa Boga Indonesia), Dinas Koperasi, Dinas PPPA Provinsi dan Kab/Kota, dan BRI (Bank Rakyat Indonesia).

Para perempuan dilatih memasak jajanan pasar, seperti pukis, apem, onde - onde, klepon, wingko babat, keciput, dan lain - lain. Tak hanya cara memasaknya, mereka juga dilatih bagaimana cara memasarkan produk tersebut sehingga laku di pasaran.

“Sebagai perempuan, kita semua pasti memiliki keinginan untuk membesarkan dan menyekolahkan anak - anak. Maka, kita juga bisa ikut membantu ekonomi keluarga dengan menjadi pengusaha yang menjual makanan, salah satunya jajanan pasar. Oleh karenanya, kita harus bersungguh - sungguh dalam berusaha dan belajar memasak. Berawal dari jajanan pasar, kita bisa membuka usaha sendiri dan memiliki pegawai sendiri. Setelah mendapat penghasilan, ibu - ibu jangan lupa menabung. Ibu -ibu semua harus serius, ya, belajar masak," ujar Ketua APJI, Rahayu Setiawati di depan para pengungsi perempuan.

Dalam kegiatan tersebut, Kemen PPPA juga berupaya menghibur anak – anak korban bencana dengan membaca dongeng, membuat prakarya, menggambar, dan bernyanyi bersama. Kemen PPPA juga memberikan edukasi terkait efek penggunaan plastik, cara menjaga kebersihan diri, dan sanitasi melalui dongeng.

Berdasarkan SK Bupati Lebak Nomor: 366/kep.45-BPDB/2020 bahwa masa tanggap darurat bencana diperpanjang selama 14 hari, terhitung sejak 14 – 28 Januari 2020.

Diharapkan kegiatan tersebut juga dapat mengedukasi anak – anak korban bencana untuk tetap tanggap bencana dan bisa merawat lingkungannya.

"Kemen PPPA ingin memastikan bahwa hak anak di pengungsian sekalipun harus terlindungi. Di sini kami menghibur, memberikan edukasi, dan memantau kondisi mereka. Mereka harus tetap bisa sekolah atau mendapat pendidikan, mendapat penanganan terkait kesehatan dan pengasuhan yang layak. Dalam melakukan kegiatan ini kami juga melibatkan Forum Anak. Mereka juga ikut berkontribusi dalam menindaklanjuti kegiatan ini karena peran mereka sebagai 2P (Pelopor dan Pelapor),” ungkap Asisten Deputi Pemenuhan Hak Sipil, Informasi, dan Partisipasi Anak Kemen PPPA, Lies Rosdianty.

Jumlah pengungsi korban banjir di Dodiklatpur III Rindam Siliwangi, Kab. Lebak, Banten terdiri dari 338 perempuan dan 208 anak. (jpnn)


Redaktur & Reporter : Natalia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler