Perhimpunan Dokter Spesialis Ortopedi Tinjau Penanganan Korban Gempa Cianjur

Senin, 28 November 2022 – 23:20 WIB
Ketum PABOI Prof. Ismail mengunjungi salah satu korban gempa cianjur yang telah menjalani operasi patah tulang. Foto dok. PABOI

jpnn.com, CIANJUR - Ketum Perhimpunan Dokter Spesialis Orthopaedic dan Traumatologi Indonesia (PABOI) Prof. Dr. dr. Ismail H.D., Sp.OT(K) meninjau langsung ke lokasi penanganan korban gempa bumi di Cianjur.

Mengawali kegiatan pada Minggu (27/11), Prof. Ismail, sapaannya, melakukan rapat koordinasi dengan tim bencana PABOI Jawa Barat.

BACA JUGA: Calon PPPK Guru Urunan untuk Korban Gempa Cianjur, Sehari Belasan Juta Terkumpul 

Seusai berkoordinasi, dia melakukan visitasi pasien gempa bumi yang berada di Rumah Sakit Hasan Sadikin didampingi dr. Herwindo Ridwan, Sp.OT (PP PABOI), dr. Dicky Mulyadi, Sp.OT(K) sebagai Ketua PABOI Jawa Barat, dan Koordinator Pelayanan sebagai Tim Management Disaster Orthopaedi RSHS/FKUP.

Selanjutnya Prof. Ismail bersama tim bertolak menuju ke Cianjur bersama tim untuk melihat secara langsung bagaimana pelayanan ortoapedi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sayang dan Rumah Sakit Bhayangkara Cianjur.

BACA JUGA: VICI Salurkan Donasi untuk Bantu Korban Gempa Cianjur

Sesampainya di lokasi, Prof. Ismail mengunjungi tenda perawatan korban gempa bumi, didampingi oleh Kepala RS. Pada kesempatan tersebut, dia memberikan bantuan untuk masyarakat terdampak gempa bumi berupa logistik dan surgical drape disposable. 

Bantuan diserahkan melalui tim PABOI Jawa Barat untuk disalurkan ke Rumah Sakit Hasan Sadikin, RSUD Sayang, dan Rumah Sakit Bhayangkara Cianjur.

BACA JUGA: Bantu Tangani Korban Gempa Cianjur, Pertamina Pasok Avtur untuk 3 Helikopter Polri

"Pelayanan ortopedi pascagempa harus dikondisikan dengan baik, karena proses pemulihan tindakan spesifikasi trauma terkait bedah dan muskuloskeletal atau ortopedi akan membutuhkan waktu tiga sampai empat bulan ke depan," ujarnya.

Untuk mendukung pelayanan tersebut, Prof. Ismail berkoordinasi dengan tim pelayanan ortopedi yang terdiri dari dokter spesialis, dokter residen.

Juga perawat dari Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FK-KMK UGM), Rumah Sakit Akademik UGM, dan Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr. Sardjito Yogyakarta.

Tim terbagi menjadi empat yang masing-masing ditempatkan di desa berbeda, yaitu bertugas di Kecamatan Cugenang Desa Sarampad dan Desa Talaga.

Hal tersebut untuk memastikan pemerataan pelayanan orthopaedi di wilayah terdampak gempa. Tim tersebut di bawah supervisi dari dr. Yudha Mathan Sakti, Sp.OT(K). (esy/jpnn)

Kamu Sudah Menonton Video Terbaru Berikut ini?


Redaktur : Djainab Natalia Saroh
Reporter : Mesyia Muhammad

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler