Peringati World Tourism Day 2016, Akpar Medan Bersih-bersih Destinasi Wisata

Jumat, 30 September 2016 – 14:53 WIB
Kapal wisata membawa pengunjung ke lokasi wisata air terjun di kawasan Danau Toba. Foto: Antara

jpnn.com, MEDAN - Ada banyak cara untuk mengekspresikan komitmen di World Tourism Day (WTD) 27 September 2016.

Seperti yang dilakukan Akademi Pariwisata (Akpar) Medan. Mereka memilih cara unik dan simpatik, yakni bersih-bersih destinasi wisata di Kota Medan.

BACA JUGA: Kabar Terbaru Soal Penanganan Hutan Adat dan Pencemaran Limbah Industri di Danau Toba

Sebuah komitmen yang patut diacungi dua jempol mengingat Akpar Medan berada di kota yang memang membutuhkan kerja keras menjaga kebersihan lingkungannya.

”Mereka membersihkan Istana Maimun dan Masjid Raya Al Mashun Kota Medan. Selain dalam rangka Dies Natalis Akpar Medan yang ke-25, kegiatan juga berlangsung dengan tujuan menyambut datangnya Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Medan,” ujar Deputi Kelembagaan Kemenpar, Profesor Ahman Sya.

BACA JUGA: Bamsoet Dukung Percepatan Vaksinasi Covid-19 bagi Masyarakat di Kawasan Danau Toba

Sejak mahasiswa, kata Ahman, anak-anak yang kelak memperkuat barisan Wonderful Indonesia dan Pesona Indonesia itu sudah diajarkan spirit hospitality.

 “Jadi, langkah ini sudah inline dengan spirit dunia pendidikan kita yang sangat dekat dengan pariwisata,” ungkapnya.

BACA JUGA: Ditjen Hubdat - PT ASDP Teken MoU Pemanfaatan Operasional Pelabuhan di KSPN Danau Toba

Ahman mengatakan, berdasarkan laporan Akpar , aksi bersih-bersih diikuti sekitar 800 mahasiswa dan mahasiswi.

Termasuk 180 orang dari kalangan dosen dan pegawai Akpar Medan. Aksi itu juga didukung beberapa perguruan tinggi pariwisata lainnya yakni, Akpar Medan Hotel School dan Akpar Darma Agung dan STIM Sukma.

”Sehingga total peserta yang mengikuti aksi bersih tersebut mencapai hampir 1.100 orang. Akpar Medan meggelar aksi tersebut bertujuan untuk memupuk cinta dan peduli terhadap pariwisata Indonesia, khususnya Sumatera Utara yang semakin maju dan menjadi core bisnis ekonomi pariwisata Indonesia,” ujar pria yang pernah mengenyam S2 di Belgia itu.

Bukan itu saja, masih kata Ahman, selain itu kegiatan tersebut juga bisa mempererat kekompakan antarpara akademisi dan mahasiswa pariwisata di kota Medan.

Aksi ini juga digelar dengan harapan agar mampu menginspirasi stakeholders pariwisata untuk bekerja nyata mendukung pariwisata yang menjadi sektor prioritas.

Apalagi, destinasi prioritas, Danau Toba menjadi salah satu ikon pariwisata Indonesia.

”Ini namanya berbuat sesuatu dan berkarya serta berbuat nyata untuk kemajuan pariwisata Kota Medan, Sumut dan Indonesia. Kita harus terus tanamkan hal ini kepada kader-kader pariwisata Indonesia,” ujarnya.

Seperti diketahui, kunjungan wisatawan ke Sumatera Utara sudah semakin membaik.

Peningkatan kunjungan ini harus tetap dijaga dengan melakukan perbaikan di berbagai sektor termasuk infrastruktur, peningkatan kualitas produk sumber daya manusia.

Gubernur Sumut Erry Nuradi menyebut apa yang dilakukan Akpar Medan itu cerminan pelaku Pariwisata Indonesia yang harus dijaga.

Apalagi, Pariwisata akan mejadi penopang utama ekonomi bangsa Indonesia.

Erry mengatakan, berdasarkan data WTO, diperkirakan pada 2020, Indonesia termasuk tujuan wisatawan mancanegara akan mengalami peningkatan pengunjung berkisar 6 hingga 8 persen.

Hal ini harus diantisipasi dengan kesiapan para lulusan pendidikan bidang wisata termasuk Akpar Medan.

“Untuk itulah mahasiswa Akpar Medan diharapkan menjadi ujung tombak untuk ikut mengembangkan pariwisata di daerah ini. Teruslah berkarya,” ujarnya.

 Erry juga mengakui sampai saat ini masih banyak objek wisata daerah Sumatera Utara yang perlu dikembangkan dan dipromosikan keindahaannya.

Karena itu pendidikan kepariwisataan memiliki prospek yang bagus ke depan.

”Tentunya kami berharap pendidikan kepariwisataan harus menunjang program pemerintah untuk menjamin kelancaran pelayanan serta penyelenggaraan Pariwisata,” jelas Erry. (adv/jpnn)


Redaktur : Natalia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler