Perintah Tegas Kapolda Papua Barat: Penjahat Itu Harus Ditangkap Hidup atau Mati!

Kamis, 29 Desember 2022 – 06:03 WIB
Tenaga kesehatan yang selamat dari aksi teror KKB di Kiwirok saat dievakuasi ke Jayapura pada Jumat (17/9) lalu. Foto: Dokumentasi/Evarukdijati/Antara

jpnn.com, MANOKWARI - Kapolda Papua Barat Irjen Daniel TM Silitonga memerintahkan kepada anak buahnya untuk menangkap kelompok kriminal bersenjata (KKB) yang masih menebar teror kepada warga sipil di Maybrat, Papua Barat Daya, baik dalam keadaan hidup atau mati.

Perintah tegas itu disampaikan Irjen Daniel saat memberikan arahan kepada jajarannya agar tidak lengah menghadapi teror KKB terhadap warga sipil.

BACA JUGA: Pascabom Bunuh Diri di Polsek Astanaanyar, Kombes Gidion Beri Perintah Tegas

Dia juga meminta anak buahnya meningkatkan status siaga di wilayah yang terendus teror bohong KKB.

"Kami siaga satu hadapi KKB di Maybrat. Intinya para penjahat itu harus ditangkap hidup atau mati," tegas Irjen Daniel.

Kapolda mengatakan personel Polri dan TNI telah menguasai daerah Maybrat yang sebelumnya KKB mengklaim telah menduduki daerah itu.

"Sampai saat ini Maybrat dalam situasi kondusif," ujarnya.

Dia mengatakan Polri dan TNI melakukan evaluasi berkala bersama Pemkab Maybrat.

BACA JUGA: Irjen Fakhiri Berharap KKB Tidak Mengganggu Lagi, Papua Aman

"Kami memastikan video yang beredar tentang KKB menguasai Distrik Kmurkek itu tidak benar," tegas Irjen Daniel.

Jenderal bintang 2 itu menyampaikan patroli rutin dan terukur oleh Polri dan TNI untuk memastikan kondusifitas Maybrat secara menyeluruh.

"Kalau video pengakuan menguasai Kmurkek pada malam Natal, itu tidak benar. Bisa saja karena gelap mereka mengaku dengan membuat video, tetapi pukul 06.00 semua personel memastikan kondisi di sana aman," terangnya.

Diketahui KKB di wilayah Maybrat hingga Bintuni Papua Barat masih menebar teror terhadap warga sipil dan aparat keamanan.

BACA JUGA: Wapres Ma’ruf Amin Dukung Panglima TNI Lebih Tegas Lagi Menindak KKB

Polisi telah menyebar identitas sejumlah anggota KKB yang masuk daftar pencarian orang (DPO) dalam rangkaian serangan terhadap pos militer maupun warga sipil pekerja jalan. (antara/jpnn)


Redaktur & Reporter : Sutresno Wahyudi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler