Perjalanan Umrah dan Luar Negeri Lewat Bandara Juanda Segera Dibuka, Gubernur Khofifah Merespons

Sabtu, 12 Maret 2022 – 15:56 WIB
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. Foto: Dokumentasi/Arry Saputra/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Panjaitan secara resmi mengizinkan pemberangkatan ibadah Umrah dan Perjalanan Luar Negeri  melalui Bandara Juanda, Sidoarjo, Jawa Timur.

Kepastian itu disampaikan Luhut seusai melakukan Rapat Koordinasi Pembukaan Bandara Juanda untuk Pelaku Perjalanan Luar Negeri (PPLN) termasuk umrah di Hotel JW Marriot Surabaya, Jumat (11/3).

BACA JUGA: Penjelasan Citilink Soal Kabar Pegawai Mogok Kerja Hingga Penumpukan Penumpang di Bandara Juanda

Rapat koordinasi tersebut diikuti oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Nurchahyanto, Kapolda Jatim Irjen Pol. Nico Afinta, Pakar Epidemiologi Unair Windhu Purnomo, Perwakilan PT Angkasa Pura serta Otoritas Bandara Juanda.

Sebelumnya, pemerintah pusat telah membuka kembali pemberangkatan ibadah Umrah mulai 8 Januari 2022 lalu.

BACA JUGA: Penerbangan Internasional Masih Ditutup, PMI Tak Bisa Langsung Pulang via Bandara Juanda

Namun, keberangkatan dan kepulangan umrah masih melalui Bandara Internasional Soekarno Hatta.

Menko Marves mengatakan meskipun pemberangkatan umrah dan PPLN melalui Bandara Juanda telah dibuka kembali sejak Jumat (11/3), namun akan efektif dalam beberapa hari menunggu kesiapan berbagai pihak di Jatim.

BACA JUGA: Di LAN Makassar, Gubernur Khofifah Berbagi Resep Kepemimpinan, Simak

“Jadi, tidak hanya umrah, tetapi juga keberangkatan dan kedatangan internasional ya. Prinsipnya sama seperti di Jakarta dan Bali untuk kedatangan internasionalnya seperti umrah berangkat dari Jawa Timur, kembali di Jawa Timur,” katanya.

Dia menjelaskan sesuai dengan Surat Edaran (SE) Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Nomor 12 Tahun 2022 tanggal 8 Maret 2022 tentang Protokol Kesehatan Perjalanan Luar Negeri pada Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19), untuk PPLN yang memasuki wilayah Indonesia diberlakukan masa karantina satu hari.

“Jadi, ketika datang dilakukan tes PCR di airport atau di hotel atau asrama haji. Bila negatif bisa langsung pulang, tapi bila positif maka harus karantina. Soal paspor kita semua berlaku visa on arrival, jadi apa yang terjadi di Jakarta sama dengan yang terjadi di Surabaya,” ujar Menko Marves Luhut.

Sementara itu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyambut baik kembali dibukanya Bandara Juanda untuk perjalanan luar negeri termasuk umrah.

Menurut Khofifah, hal ini akan menjadi penguat dan spirit bagi kebangkitan ekonomi Jatim.

“Alhamdulillah Pak Menko Marves sudah memberikan lampu hijau pembukaan Bandara Juanda di Sidoarjo, Jawa Timur untuk penerbangan internasional termasuk umrah. Tentunya ini menjadi kabar baik bagi kita semua dan juga spirit kita untuk terus bangkit. Tentu semua tetap pada koridor menjaga protokol kesehatan,” kata orang nomor satu di Jatim.

Khofifah mengatakan, setelah disetujuinya pemberangkatan umrah melalui Bandara Juanda, ia akan segera melakukan koordinasi dengan seluruh pelaku maupun agen perjalanan Haji dan Umrah yang ada di Jatim.

Termasuk dengan  secara teknis dengan pihak terkait seperti PT. Angkasa Pura terkait alur keberangkatan dan kepulangan.

“Kami akan segera menyiapkan langkah strategis dan melakukan identifikasi terkait SOP layanan umroh ini, baik keberangkatan maupun kepulangan. Apalagi, di tingkat pusat telah diputuskan tidak ada karantina kepulangan bila hasil PCR ketika tiba di tanah air negatif,” jelas Khofifah

Menurut eks Mensos RI itu, Pemprov Jatim bersama Pemkot Surabaya sendiri telah menyiapkan tempat karantina bagi para jama’ah umroh yang tiba melalui Bandara Juanda.

Salah satunya di Asrama Haji Sukolilo yang telah disiapkan oleh Pemkot Surabaya, dan BPWS sisi Bangkalan yang disiapkan oleh Pemprov.

“Nanti akan kami komunikasikan dengan Pak Wali Kota Surabaya. Rencananya Asrama Haji yang saat ini dipakai sebagai tempat isolasi terpusat jika sudah kosong agar dapat digunakan jemaah umrah sehingga bisa jadi tempat karantina umrah jikalau nanti dibutuhkan,” jelasnya.

Lebih lanjut, Khofifah mengatakan penyelenggaraan umrah di masa pandemic ini tetap harus mematuhi protokol kesehatan.

Dia pun berharap jemaah umrah dari Jatim tetap mematuhi protokol kesehatan secara ketat, baik di tanah air maupun di Arab Saudi.

“Tentunya kami berharap protokol kesehatan tetap dilaksanakan secara ketat. Sehingga baik keberangkatan maupun pulang ke tanah air semua sehat, selamat dan lancar,” pungkas Khofifah.(fri/jpnn)


Redaktur & Reporter : Friederich

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler