Perjuangan Salim Kancil Sudah Seharusnya Diteladani

Minggu, 03 Januari 2016 – 23:05 WIB
Lokasi penambangan di Desa Selok Awar Awar yang menjadi sumber masalah pembunuhan Salim Kancil. FOTO: Gunawan Sutanto/JAWA POS

jpnn.com - ‎LUMAJANG - Keperdulian masyarakat desa terhadap kebijakan aparatur desa yang tidak memihak pada lingkungan daerahnya, harus mendapat perhatian khusus dari pemerintah.

Hal itu dikemukakan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (DPDTT) Marwan Jafar saat menghadiri peringatan seratus hari meninggalnya aktivis lingkungan, Salim Kancil, yang menolak penambangan pasir di Desa Selo Awar-Awar, Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Minggu (3/1). 

BACA JUGA: Pengamat Sebut Mbak Puan Tak Layak Dipertahankan di Kabinet

“Saya secara pribadi dan atas nama Kementerian DPDTT sangat berduka. Saya meminta masyarakat mengenang Salim Kancil. Saat mendapat undangan peringatan seratus hari meninggalnya Salim Kancil, saya langsung nyatakan akan hadir dan memberikan dukungan kepada masyarakat agar terus peduli dengan desa dan lingkungannya,” ujar Marwan dalam pesan elektronik yang diterima.

Menurut Marwan, sosok Salim perlu mendapat apresiasi atas perjuangannya melawan sikap aparatur daerah yang sewenang-wenang merusak lingkungan. “Dia (Salim Kancil) sadar, dampaknya tidak hanya hari itu saja, tapi generasi mendatang akan bernasib lebih buruk lagi jika lingkungan daerahnya rusak,” ujarnya.

BACA JUGA: Sudah Cukup Alasan Bagi Jaksa Agung untuk Mundur

Dengan perlawanan yang diperlihatkan Salim Kancil, kata menteri pertama yang mengurusi desa ini, maka sudah seharusnya juga diikuti oleh masyarakat lain di Indonesia yang melihat ada ketidakberesan di wilayahnya. 

“Yang paling penting, perlawanan masyarakat  tidak anarkis dan tidak ada kepentingan pribadi. Harus berdasarkan kepentingan bersama,” ujarnya.

BACA JUGA: Buntut Pencurian Bagasi, AP II Perketat Keamanan di Soetta

Meninggalnya Salim Kancil dilatarbelakangi perselisihan antara para petani yang produksi pertaniannya rusak akibat kegiatan penambangan dan warga yang mencari nafkah dengan menambang pasir. Sekelompok warga propenambangan pasir diduga menganiaya Salim Kancil pada akhir September 2015.(gir/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Alhamdulillah, Arus Balik Liburan ke Jakarta Masih Nornal


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler