Perjuangkan Nasib, Petani Tembakau Siap Gelar Aksi Damai ke Istana

Rabu, 17 November 2021 – 18:28 WIB
Ratusan petani tembakau yang tergabung dalam Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) menggelar aksi demo menolak kenaikan cukai beberapa waktu lalu. Foto dok APTI

jpnn.com, JAKARTA - Para petani tembakau siap menyambangi Istana Negara di Jakarta, untuk menyuarakan nasib mereka kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Hal ini mereka lakukan sebagai respons atas rencana kenaikan tarif cukai hasil tembakau (CHT).

BACA JUGA: Dikabarkan Dekat dengan Ariel Noah, Dina Lorenza Merespons Begini, Lantas Tertawa

Pasalnya kenaikan CHT berpengaruh pada penurunan produksi rokok pabrikan, yang pada akhirnya menyebabkan permintaan pasokan tembakau kepada petani berkurang.

“Berat sekali beban kami para petani. Mohon Pak Presiden dan Ibu Menkeu tidak melakukan kenaikan cukai, utamanya untuk rokok kretek tangan. Mulai 2020 hingga 2021, hasil panen tembakau kami sudah hancur karena hujan dan pandemi. Ditambah dengan kenaikan cukai, pada akhirnya kami petani yang menderita,” ujar Samukrah Ketua Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, Rabu (17/11).

BACA JUGA: Lewat Cara ini Pupuk Kaltim Berkomitmen Dukung Pengembangan UMKM

Seberapa pun besaran persentase kenaikan tarif cukai yang akan ditetapkan pemerintah, Samukrah memproyeksikan pabrikan akan menekan biaya produksi.

“Pabrikan juga harus berstrategi agar usahanya tetap lanjut, apalagi untuk SKT yang dibuat manual. Caranya dengan membeli tembakau dengan harga serendah mungkin. Serapan petani tembakau semakin turun, harganya juga akan semakin turun. Petani yang menanggung akibatnya. Tolong lah, pemerintah harus menunda kenaikan cukai,” tegasnya.

BACA JUGA: Santer Dikabarkan Pindah Agama, Shandy Aulia Tegas Jawab Begini

Tembakau menjadi komoditi andalan bagi masyarakat di Madura. Apalagi mengingat terdapat sekitar 60 ribu hektar luasan lahan pertanian tembakau di Madura.

“Kami mohon dalam setiap memutuskan kebijakan, pemerintah melakukan analisis yang benar-benar memperhitungkan dampak kerugian. Cukai naik, petani makin buntung. Kami akan bergerak ke istana, memperjuangkan nasib kami,” tambah Samukrah.

Tak hanya di Madura, para petani tembakau di Temanggung Jawa Tengah pun menyatakan siap melakukan aksi damai di Jakarta apabila pemerintah bersikukuh tetap ketok palu meresmikan kenaikan tarif cukai akhir bulan ini.

Aksi tersebut merupakan upaya petani menyuarakan kekecewaan mereka pada pemerintah.

“Ya mau gimana lagi? Selama ini, tak ada yang mau mendengar suara petani. Dalam setiap menentukan kebijakan, termasuk kenaikan CHT, petani tak pernah diajak dialog. Oleh karena itu, kami melakukan aksi damai ke istana,” ujar Siyamin, Ketua APTI Temanggung.

Samukrah menambahkan, seberapa pun besaran persentase kenaikan tarif CHT yang akan ditetapkan pemerintah, dia memproyeksikan pabrikan akan menekan biaya produksi.

Sebab, pabrikan juga harus berstrategi agar usahanya tetap berlangsung. Caranya dengan membeli tembakau dengan harga serendah mungkin.

“Serapan petani tembakau semakin turun, harganya juga akan semakin turun. Petani yang menanggung akibatnya. Tolong lah, pemerintah harus menunda kenaikan cukai,” pinta Samukrah.

Sekjen Serikat Buruh Muslim Indonesia (Sarbumusi) Kudus, Badaruddin mengungkapkan para buruh industri rokok yang didominasi para pekerja perempuan akan semakin termarjinalkan dengan keputusan menaikkan CHT.

Selama ini, roda perekenomian di Kudus ditopang oleh industri hasil tembakau (IHT) yang utamanya menyerap tenaga kerja perempuan.

“Dari sekitar 77 ribu-an buruh pabrik rokok di Kudus, 80% adalah kaum perempuan dengan tingkat pendidikan SD dan SMP.  Sebagai pekerja di pabrik rokok, mereka mandiri dan berdaya dengan upah yang didapat. Para perempuan ini adalah tulang punggung keluarga. Naiknya CHT jelas akan membuat dapur mereka sulit mengepul. Mohon pemerintah jangan mengabaikan kondisi ini,” tutur Badaruddin.

Setiap tahun, Sarbumusi mencatat penurunan jumlah tenaga kerja di sektor IHT khususnya sejak 2013.

Hal ini, lanjut Badaruddin tak terlepas dari keputusan kenaikan cukai rokok yang juga terjadi setiap tahun.

“Setiap tahun jumlah tenaga kerja tergerus. Tidak ada perlindungan terhadap tenaga kerja sektor ini. Kepada siapa lagi kami mau mengadu mengenai nasib buruh jika tidak langsung kepada Pak Jokowi. Kami, para buruh asal Kudus bersatu, akan melakukan aksi turun ke jalan, datang ke Istana, agar Pak Jokowi bisa melihat secara nyata dampak kenaikan CHT terhadap para buruh,” kata Badaruddin.(chi/jpnn)

Video Terpopuler Hari ini:


Redaktur & Reporter : Yessy

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler