Perkembangan Terbaru Pilot Susi Air yang Diculik Kelompok Separatis

Jumat, 30 Juni 2023 – 20:28 WIB
Dokumentasi - Panglima TNI Laksamana Yudo Margono. Foto: Puspen TNI

jpnn.com - JAKARTA - Panglima TNI Laksamana TNI Yudo Margono menyampaikan perkembangan terbaru terkait penculikan seorang pilot Susi Air oleh kelompok separatis di Papua.

Panglima TNI mengatakan negosiasi hingga saat ini masih menjadi opsi utama untuk membebaskan pilot Susi Air Philip Mark Mehrtens.

BACA JUGA: Nahas Ayah Bejat, Dia Kira 2 Putrinya Diculik Sampai Lapor Polisi, Ternyata

Menurut Yudo negosiasi yang dilakukan mengedepankan peran masyarakat sipil seperti tokoh agama dan tokoh masyarakat.

“Kami sudah sampaikan kepada pemerintah daerah melalui Pangdam (Panglima Daerah Militer) Cendrawasih dan Pangkogabwilhan (Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan) III."

BACA JUGA: Kapolda Papua Siap Penuhi Permintaan KKB, Kecuali 2 Hal Ini

"Kami tetap mendahulukan tokoh agama, tokoh masyarakat untuk melaksanakan negosiasi,” kata Panglima TNI di sela-sela kegiatannya di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (30/6).

Dia mengatakan Pemerintah Indonesia dan TNI tetap meyakini kekerasan atau kontak senjata bukan jalan terbaik untuk membebaskan pilot Susi Air yang berkebangsaan Selandia Baru itu.

BACA JUGA: Kabar Terbaru dari Kombes Faizal Soal Upaya Pencarian Pilot Susi Air

“Kami tidak mau berhadapan dengan tadi, kekerasan senjata, karena nanti dampaknya pasti kepada masyarakat sehingga kami tempuh jalan negosiasi melalui tokoh agama dan tokoh masyarakat,” ucapnya.

Panglima TNI lantas meminta masyarakat menunggu hasil negosiasi tersebut.

"Saya sampaikan kepada Pak Pangkogabwilhan III maupun Pak Pangdam untuk terus melaksanakan negosiasi, mendahulukan para tokoh agama, tokoh masyarakat, yang saat ini dijalankan oleh Pak Pj. Bupati Nduga,” katanya.

Kelompok separatis terafiliasi OPM, yang juga disebut kelompok kriminal bersenjata (KKB) atau kelompok separatis teroris (KST) pimpinan Egianus Kogoya secara terbuka mengancam akan menembak mati Philip Marhtens jika Pemerintah Indonesia tidak segera berunding dengan OPM paling lama sampai 1 Juli 2023.

Philip diculik dan disandera oleh kelompok separatis pimpinan Egianus Kogoya sejak 7 Februari 2023 saat dia mendaratkan pesawat Susi Air di Lapangan Terbang Paro, Nduga, Papua Pegunungan.

Satuan tugas gabungan TNI/Polri sampai hari ini masih melanjutkan pencarian terutama di daerah Nduga, Papua Pegunungan.

Kapolda Papua Irjen Pol. Mathius D Fakhiri pada 16 Juni 2023 menyampaikan Philip dan kelompok yang menyanderanya itu diperkirakan berada di perbatasan Nduga dan Lanny Jaya di Papua Pegunungan. (Antara/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Merespons Eskalasi Ketegangan di Laut China Selatan: Tak Ada Pilihan Lain Bagi ASEAN!


Redaktur & Reporter : Kennorton Girsang

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler