Perkuat daya saing MEA dengan Branding Pariwisata

Sabtu, 30 September 2017 – 21:49 WIB
Anggota Badan Kerja Sama Parlemen (BKSP) Dailami Firdaus. Foto: dok. DPD

jpnn.com, JAKARTA - Anggota Badan Kerja Sama Parlemen (BKSP) Dewan Perwakilan Daerah (DPD RI), Prof. Dr. Dailami Firdaus, menyatakan daya saing Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) perlu diperkuat dengan branding pariwisata.

Hal itu disampaikannya di sela-sela kegiatan Sosialisasi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) BKSP DPD RI di Bali.

“Brand atau merek tujuan wisata perlu dikemas menarik sedemikian rupa, harus menggambarkan nilai-nilai alami dan tidak dibuat-buat, sehingga mampu mengangkat tujuan wisata,” kata Dailami Firdaus.

BACA JUGA: Damayanti: DPD RI Sebagai Jembatan Pusat dan Daerah

Dia mengingatkan bahwa keinginan pemerintahan Presiden Joko Widodo untuk meningkatkan jumlah wisatawan menjadi 20 juta orang pada 2019 bukan pekerjaan mudah.

World Tourism Organization (WTO) memperkirakan jumlah wisatawan akan mencapai 1,8 miliar orang 13 tahun yang akan datang dan menghasilkan USD 2,1 triliun, tapi tujuan wisata yang ada relatif terbatas untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan tersebut, sehingga persaingan di sektor ini sangat ketat.

BACA JUGA: Kisah Unik OSO dan Tjapto di Rakernas Sapma Pemuda Pancasila

“Malaysia menerima 19 juta wisatawan ASEAN, Thailand 22 juta dari non-ASEAN, bahkan Singapura 15 juta orang. Padahal tujuan dan tempat wisatanya tidak semenarik Indonesia,” lanjut senator DPD RI dari dapil Provinsi DKI Jakarta tersebut.

Pemerintahan pusat dan daerah perlu memperkuat daya saing daerah di sektor pariwisata.

BACA JUGA: Ketua DPD RI Beri Pemahaman Kepada Sapma Pemuda Pancasila

Dirinya berharap pemerintahan baru DKI Jakarta di bawah kepemimpinan Anies Baswedan-Sandiaga Uni melakukan pembenahan serius pengelolaan pariwisata ini.

Wisata menurutnya, akan mengalami pergeseran dari hanya banyaknya orang mengunjungi tujaun wisata tertentu menjadi wisata untuk mengalami sesuatu yang berkonsekuensi penambahan pemasukan dari wisatawan.

“Memang Jakarta itu ibukota negara, jadi banyak saja yang akan berkunjung ke sini. Tapi, Jakarta bukan hanya soal penginapan, kita ada Pulau Seribu, museum, kota tua, Dufan yang perlu dikelola dengan baik dan itu semua akan meningkatkan pendapatan para pelaku di industri ini,” tegas Dailami.

Sosialisasi MEA bertema “Pariwisata Daerah yang Berdaya Saing dan Berkelanjutan dalam Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA)” diselenggarakan Wisma Utama II Kantor Gubernur Provinsi Bali, 28 September 2017 dan dihadiri sekira 200 peserta dari berbagai pemangku kepentingan pariwisata di Provinsi Bali. (adv/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... OSO: Sapma Harus Bisa Membawa Generasi Muda Bangkit


Redaktur & Reporter : Natalia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag
adv_dpd  

Terpopuler