Perkuat Pelatihan Vokasi, Pemerintah Sinergi dengan Swasta

Rabu, 14 Maret 2018 – 19:58 WIB
Rakor Lembaga Pelatihan Swasta di Yogyakarta, Rabu (14/3). Foto: Humas Kemnaker

jpnn.com, YOGYAKARTA - Pemerintah terus mendorong upaya percepatan peningkatan kompetensi SDM Indonesia salah satunya melalui pelatihan kerja.

Untuk memaksimalkan pelatihan kerja tersebut, pemerintah mengajak Lembaga Pelatihan Kerja Swasta (LPKS) agar bersinergi dengan pemerintah sebagai upaya percepatan peningkatan kompetensi SDM.

BACA JUGA: 2022, Indonesia Tegaskan Akan Bebas Pekerja Anak

"Dalam penyiapan SDM Kompeten, Kemnaker perlu melakukan sinergi dengan kementerian/lembaga lain, termasuk lembaga pelatihan perusahaan dan LPKS, sebagai bagian integral dalam sistem pelatihan nasional yang memiliki peran sangat penting serta strategis," kata Direktur Bina Lembaga Pelatihan Kemnaker Dudung Heryadi mewakili Dirjen Binalattas Kemnaker membuka Rakor Lembaga Pelatihan Swasta di Yogyakarta, Rabu (14/3).

Dia menjelaskan, Pemerintah Indonesia di bawah Pemerintahan Presiden Joko Widodo menargetkan tahun 2019 sebagai tahun pembangunan SDM.

BACA JUGA: Dialog Pengusaha dan Pekerja Perkuat Industri Kepala Sawit

Untuk itu, baik kementerian/lembaga, badan pemerintahan baik tingkat pusat maupun daerah diharapkan memiliki skema peningkatan kompetensi SDM. Agar, arahan presiden tersebut dapat berjalan maksimal.

"Untuk itu perlu dilakukan pembinaan yang terarah, berkesinambungan, dan efektif serta kolaboratif," katanya menjelaskan.

BACA JUGA: Kemnaker Berkomitmen Permudah Perizinan Pekerja Asing

Menurut Direktur Bina Lembaga Pelatihan, sektor ketenagakerjaan Indonesia masih memiliki sejumlah tantangan. Salah satunya angkatan kerja yang masih didominasi lulusan SD-SMP.

Untuk itu, dia menilai bahwa lembaga pelatihan yang ada di bawah naungan pemerintah, yakni Balai Latihan Kerja (BLK) membutuhkan dukungan LPKS, agar akses dan mutu pelatihan kerja berjalan optimal.

"Oleh karenanya, ini menjadi tanggung jawab bersama, baik pemerintah maupun swasta," kata Direktur Bina Lembaga Pelatihan.

Selain itu, dengan adanya otonomi daerah maka lembaga pelatihan di Indonesia sangat bervariatif dalam penyelenggaraan pelatihan. Sesuai dengan potensi daerah masing-masing.

Di sisi lain, kondisi BLK di Indonesia juga berbeda-beda sesuai dengan pengelolaan oleh pemerintah daerah masing-masing.

"Untuk itu diberlakukan standar program pelatihan secara nasional. Yaitu SKKNI yang menjadi acuan seluruh lembaga pelatihan dalam menyelenggarakan pelatihan," ujarnya. (jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Ingat, Kemnaker Tak Pernah Bikin Undian Berhadiah Bagi PMI


Redaktur & Reporter : Djainab Natalia Saroh

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler